Orang Kepercayaan Elon Musk, Omead Afshar, Tinggalkan Tesla di Tengah Tantangan Penurunan Permintaan Global

Telat Lapor Pembelian Saham Twitter, Elon Musk Digugat SEC
Elon Musk di Capitol Hill, Washington, 5 Desember 2024. (Foto: Benoit Tessier/Reuters)

KLIKSUMUT.COM | AMERIKA SERIKAT – Tesla kembali kehilangan salah satu tokoh kuncinya. Omead Afshar, pejabat eksekutif senior dan orang kepercayaan lama Elon Musk, dikabarkan mundur dari raksasa kendaraan listrik (EV) Amerika Serikat tersebut. Informasi ini terungkap dari laporan eksklusif Reuters yang bersumber dari tiga narasumber internal Tesla.

Kepergian Afshar menambah daftar panjang eksekutif yang hengkang dari Tesla dalam 14 bulan terakhir. Hal ini terjadi di saat perusahaan tengah menghadapi tantangan berat akibat perlambatan permintaan global, terutama di pasar Eropa dan Amerika Utara.

BACA JUGA: Elon Musk Tukang Bohong, Tesla Makin Hancur Lebur

Afshar, Sosok Sentral di Balik Proyek Tesla

Bergabung dengan Tesla sejak 2017, Omead Afshar dikenal sebagai sosok penting di lingkar dalam Musk. Ia berperan besar dalam berbagai proyek ambisius, termasuk pembangunan Texas Gigafactory. Sejak tahun lalu, Afshar dipercaya memimpin penjualan dan manufaktur Tesla di kawasan Eropa dan Amerika Utara.

Menurut laporan, Afshar masih aktif mempromosikan Tesla di platform X (dulu Twitter) awal pekan ini. Profilnya di X dan LinkedIn pun hingga Rabu masih mencantumkan jabatannya di Tesla. Namun, sumber menyebut, keputusan mundurnya telah bulat, meski alasan spesifiknya belum terungkap ke publik.

Kepergian Beruntun dan Restrukturisasi Tesla

Kepergian Afshar terjadi tak lama setelah Jenna Ferrua, Direktur SDM Tesla untuk Amerika Utara, juga dikabarkan meninggalkan perusahaan. Keduanya disebut sebagai rekan dekat, sehingga kepergian mereka nyaris bersamaan dinilai bukan kebetulan.

Gelombang pengunduran diri ini menjadi puncak dari restrukturisasi Tesla yang memangkas ribuan pekerjaan dan fokus pada pengembangan teknologi AI, robotika, dan kendaraan self-driving. Di antara eksekutif yang pergi sebelumnya adalah:
– Milan Kovac, Kepala Tim Robot Humanoid Optimus.
– Vineet Mehta, eksekutif senior divisi baterai.
– Drew Baglino, kepala teknisi baterai.
– Rebecca Tinucci, pimpinan divisi supercharging.
– Rohan Patel, Kepala Kebijakan Publik Global.

Tantangan Penjualan dan Fokus Musk di Luar Tesla

Penurunan penjualan Tesla, khususnya di Eropa, disebut sebagai salah satu pemicu tekanan internal. Para pesaing semakin agresif menawarkan mobil listrik dengan harga lebih terjangkau, membuat jajaran Tesla yang dinilai mulai “menua” kehilangan daya saing.

Di sisi lain, perhatian Elon Musk yang sempat terpecah karena fokus pada kebijakan pemerintah AS juga menambah kekhawatiran investor. Meski Musk telah mengakhiri aktivitasnya di Washington pada Mei lalu, saham Tesla tetap melemah sekitar 19% sepanjang 2025.

BACA JUGA: Elon Musk Fokus ke Tesla, Kurangi Keterlibatan dengan Pemerintahan Trump Mulai Mei

Debut Robotaxi dan Masa Depan Tesla

Menariknya, pengunduran diri Afshar terjadi hanya berselang beberapa hari setelah debut robotaxi Tesla di Austin, Texas. Afshar menyebut peluncuran ini sebagai “hari bersejarah” bagi Tesla dan memuji Musk atas visi dan dorongannya.

Namun, ekspansi robotaxi Tesla ke kota-kota lain diprediksi tak mulus. Para analis memperingatkan potensi rintangan, mulai dari regulasi keselamatan hingga kesiapan teknologi. (KSC)

Pos terkait