EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas topik debat pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang membahas isu pelayanan publik dan kesejahteraan sosial. James Marihot Panggabean, Pjs Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Utara, menilai bahwa isu ini krusial dalam melihat komitmen para calon untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
James Panggabean menyoroti bahwa masih ada isu-isu penting yang belum terbahas, terutama terkait pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Dalam sektor pendidikan, akses bagi anak berkebutuhan khusus di Sumatera Utara masih sangat terbatas, meskipun sudah ada regulasi seperti Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang akomodasi bagi peserta didik penyandang disabilitas. “Hanya ada satu SMP dan satu SMA inklusif di Kabupaten Deli Serdang, padahal pendidikan inklusif sangat dibutuhkan bagi anak berkebutuhan khusus,” jelas James.
BACA JUGA: Ombudsman RI Desak Perbaikan Pelayanan Publik Pasca Perpindahan Samsat Medan Utara
Selain itu, banyak pihak penyelenggara pendidikan belum memahami perbedaan antara pendidikan inklusif dan pendidikan luar biasa, sehingga hak anak berkebutuhan khusus sering terabaikan. James juga menambahkan bahwa keterbatasan jumlah sekolah negeri di beberapa daerah seperti Kecamatan Patumbak, Biru-Biru, dan STM Hulu mengakibatkan kesulitan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Isu Kesehatan: Standar Mutu Alat Kesehatan Belum Maksimal
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama Ombudsman. James menekankan pentingnya kalibrasi alat kesehatan di rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, guna menjamin keakuratan diagnosis dan tindakan medis. Menurutnya, masyarakat Sumatera Utara sering memilih berobat ke luar negeri, seperti Penang, karena merasa fasilitas kesehatan lokal kurang memadai. Hal ini mencakup kualitas sarana prasarana, kompetensi tenaga medis, serta kesejahteraan mereka.
James berharap agar dalam debat kedua yang akan membahas daya saing daerah dan pembangunan berkelanjutan, para calon kepala daerah dapat mengusulkan solusi nyata. Salah satunya adalah peningkatan akses transportasi ke destinasi wisata seperti Danau Toba, yang selama ini terkendala karena akses yang terbatas. “Masyarakat ingin melihat program kerja yang jelas, termasuk pemerataan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di daerah-daerah perbatasan,” ujarnya.
Arah Pembangunan untuk Sumatera Utara yang Lebih Baik
Menurut James, kepala daerah terpilih nantinya harus memiliki perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam mengawal penyusunan anggaran daerah. Pelayanan publik yang prima adalah kunci untuk menjadikan Sumatera Utara lebih kompetitif dan berdaya saing, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
BACA JUGA: Ombudsman RI Panggil Kadisdik, Kepala SMPN 1 STM Hilir, dan Guru Agama Terkait Kasus Meninggalnya Siswa Akibat Hukuman Fisik
“Kami mengapresiasi pengalaman para calon, namun yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat menyelesaikan masalah transportasi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mengurangi ketimpangan infrastruktur. Sumatera Utara membutuhkan pemimpin yang berkomitmen untuk membangun provinsi ini dengan perencanaan yang baik dan melibatkan semua lapisan masyarakat,” pungkas James.
Debat berikutnya diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara ke depan. (KSC)








