OJK Sumut Salurkan Kredit Rp80,50 Triliun untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM

OJK Sumut Salurkan Kredit Rp80,50 Triliun untuk Perluas Akses Pembiayaan UMKM
Kredit UMKM  mengalami  pertumbuhan, OJK  Sumut memperluas akses pembiayaan (teks foto : kliksumut.com/ist)

REPORTER: Swisma
EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara. Hingga Oktober 2024, total kredit yang disalurkan kepada UMKM mencapai Rp80,50 triliun, tumbuh sebesar 3,58 persen secara year-on-year (yoy).

Kepala Kantor OJK Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menjelaskan bahwa sebagian besar kredit dialokasikan ke segmen Usaha Mikro dan Kecil (UMK), yang menyumbang 79,77 persen dari total kredit dengan pertumbuhan 6,27 persen (yoy). “Segmen Usaha Menengah juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 20,23 persen terhadap total kredit UMKM,” ujar Muttaqien dalam siaran pers, Jumat (20/12/2024).

BACA JUGA: OJK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melalui SEFI 2024

Sektor Prioritas: Perdagangan, Perkebunan, dan Pertanian

Menurut Muttaqien, penyaluran kredit UMKM ini didominasi oleh sektor perdagangan, perkebunan kelapa sawit, dan pertanian padi. Ketiga sektor ini memainkan peran penting dalam mendukung produktivitas serta penguatan sektor riil di Sumatera Utara.

“Penyaluran kredit ini tidak hanya mendukung pemulihan ekonomi, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan,” tambahnya.

Peningkatan Kredit Konsumtif

Selain kredit UMKM, OJK juga mencatat pertumbuhan signifikan pada kredit konsumtif di Sumatera Utara. Hingga Oktober 2024, kredit konsumtif tercatat mencapai Rp86,16 triliun, tumbuh sebesar 14,52 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kepercayaan konsumen dan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan.

“Stabilnya tren pertumbuhan kredit konsumtif dalam setahun terakhir menunjukkan adanya perbaikan daya beli masyarakat serta pemulihan ekonomi yang semakin solid,” kata Muttaqien.

Kredit konsumtif utamanya ditopang oleh:
– Kredit rumah tangga dan multiguna, tumbuh 16,77 persen (yoy).
– Kredit kepemilikan rumah (KPR), meningkat 7,71 persen (yoy).
– Kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB), melonjak 20,38 persen (yoy).

Faktor Pendukung Pertumbuhan Kredit Konsumtif

Muttaqien menjelaskan bahwa peningkatan kredit konsumtif turut didukung oleh berbagai kebijakan insentif, seperti:
– Insentif pajak PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk properti segmen menengah.
– Kebijakan LTV (Loan to Value) 0 persen untuk kendaraan bermotor.
– Promosi merek kendaraan berbahan bakar listrik dan insentif fiskal untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

Pelaksanaan PON XXI di Sumatera Utara juga berkontribusi terhadap solidnya konsumsi rumah tangga di wilayah tersebut.

Total Kredit Tumbuh 9,69 Persen

Secara keseluruhan, OJK mencatat total kredit di Sumatera Utara hingga Oktober 2024 mencapai Rp279,43 triliun, tumbuh sebesar 9,69 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp254,74 triliun atau mengalami kontraksi sebesar -0,86 persen (yoy).

“Pertumbuhan ini menjadi indikator penting bahwa ekonomi daerah terus mengalami kemajuan yang stabil,” ujar Muttaqien.

Sebagian besar penyaluran kredit ini difokuskan pada kredit produktif, yang mencapai Rp193,27 triliun atau 69,17 persen dari total kredit, dengan pertumbuhan sebesar 7,66 persen (yoy). Kredit modal kerja mendominasi dengan kontribusi sebesar 44,11 persen dari total kredit dan pertumbuhan 8,70 persen (yoy). Sementara itu, kredit investasi menyumbang 24,06 persen dengan pertumbuhan 5,77 persen (yoy).

Sektor Pertanian sebagai Motor Pertumbuhan Kredit

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian menjadi kontributor utama pertumbuhan kredit produktif. Sektor ini mencatat kenaikan signifikan sebesar 14,84 persen (yoy), dengan subsektor perkebunan kelapa sawit tumbuh pesat sebesar 16,89 persen (yoy).

BACA JUGA: OJK Sumut Blokir Belasan Rekening Terafiliasi Judi Online

“Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan CPO di pasar internasional dan perbaikan harga komoditas tersebut,” jelas Muttaqien. Selain itu, peningkatan produktivitas serta ekspansi lahan di Sumatera Utara turut memperkuat pertumbuhan kredit di subsektor ini.

Komitmen OJK untuk UMKM

Muttaqien menegaskan bahwa OJK terus berkomitmen untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Kami akan terus bersinergi dengan lembaga keuangan untuk memastikan kredit tersalurkan secara optimal ke sektor-sektor produktif,” pungkasnya.

Dengan tren pertumbuhan yang positif ini, Sumatera Utara diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat daya saingnya di tingkat nasional. (KSC)

Pos terkait