OJK Sumbagut Dorong Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat lewat Kolaborasi Media

OJK Sumbagut Dorong Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat lewat Kolaborasi Media
OJK: Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi (tengah) foto bersama dengan Kepala Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Mohammad Ismail Riyadi dan Kepala OJK Sumut serta empat Kepala OJK wilayah Sumbagut. (foto : kliksumut.com/swisma)

REPORTER: Swisma

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) media update perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Literasi/Inklusi Keuangan Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada Media Gathering di  hotel Kebayoran Park Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).

Media gathering berlangsung selama tiga hari (4-6 Agustus 2025) di Hotel Kebayoran Park Jakarta Selatan ini diikuti wartawan ekonomi dari lima wilayah Sumbagut yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).

Pemaparan perkembangan Sektor Jasa Keuangan dan Literasi/Inklusi Keuangan Wilayah Sumatera Bagian Utara disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara selaku Koordinator Wilayah Sumatera Bagian Utara Khoirul Muttaqien.

Tampil sebagai Keynote Speech  Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen juga selaku Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dihadiri Kepala Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Mohammad Ismail Riyadi.

Bacaan Lainnya

Hadir juga pada kegiatan ini Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito,  Kepala OJK Sumatera Barat Roni Nazra, Kepala OJK Aceh, Daddi Prayoga dan Kepala OJK  Kepulauan Riau Sinar Dananjaya.

Berbagai pemaparan materi disampaikan terkait waspada investasi ilegal, pinjaman online ilegal dan judi online dan Tim Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).

BACA JUGATandatangani Addendum BAST, OJK-Bappebti Perkuat Sinergi Pengawasan Aset Keuangan Digital

Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien mengatakan kecerdasan finansial di era digital merupakan esensial life skill yang harus dimiliki setiap individu di era digital yang penuh dengan kemudahan transaksi.

Untuk itu, katanya dibutuhkan kemampuan mengelola keuangan yang baik dan bijak karena di samping kemudahan akses layanan keuangan digital yang lebih luas terdapat risiko-risiko yang mengikutinya.

Muttaqien menilai sinergi dan kolaborasi adalah kunci sukses dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di era digital.

OJK berkomitmen untuk terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara masif dan merata melalui berbagai kanal digital antara lain melalui program “OJK Bergerak” atau OJK peduli.

Menurutnya semakin tinggi literasi maka semakin tinggi kesejahteraan.

BACA JUGA: OJK Koordinasi Dengan Aparat Hukum terkait Red Notice Adrian

Muttaqien minta masyarakat selalu berhati-hati karena kejahatan digital dapat menimpa siapapun modus kejahatan keuangan semakin beragam di era digitalisasi.

Pastikan maayarakat waspadai selalu 2 L yakni Legal dan Logis sebelum menggunakan produk layanan jasa keuangan dan pastikan kembali kebenaran informasi yang diterima ke Lembaga resmi ketika mendapatkan penawaran di media sosial.

“Saya harap dengan kolaborasi ini wartawan agar ikut meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat melalui pemberitaan. (KSC)

Pos terkait