KLIKSUMUT.COM | SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar di Semarang pada September mendatang.
Berbagai persiapan teknis, administrasi, hingga pembinaan peserta menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa MTQ Nasional XXXI harus mampu mencatatkan kesuksesan dalam berbagai aspek, mulai dari penyelenggaraan, prestasi, administrasi, hingga pelayanan peserta dan tamu.
“Kami berharap MTQ Nasional di Jawa Tengah dapat berjalan dengan baik, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses dalam seluruh aspek pelaksanaannya,” ujar Abu Rokhmad.
Menurut Abu Rokhmad, MTQ Nasional bukan hanya sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia menegaskan, sesuai arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, MTQ harus mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ merupakan momentum penting untuk membangun karakter masyarakat yang berlandaskan ajaran Al-Qur’an,” katanya.
Dalam arahannya, Abu Rokhmad mengajak seluruh panitia dan pembina peserta untuk mempersiapkan MTQ layaknya sebuah kompetisi besar setingkat Piala Dunia.
Menurutnya, keberhasilan meraih prestasi membutuhkan strategi yang matang, pemetaan potensi peserta, serta target yang realistis pada setiap cabang perlombaan.
BACA JUGA: Kualitas Peserta MTQ Sumut Terus Meningkat, Muncul Juara-Juara Baru dari Berbagai Daerah
“Saya berulang-ulang menyampaikan bahwa kita harus melihat MTQ ini seperti Piala Dunia. Coach harus mampu melihat cabang mana yang berpotensi menghasilkan medali. Mulai sekarang harus ada target-target yang realistis untuk dicapai,” tegasnya.
Ia juga meminta pelaksanaan Training Center (TC) dilakukan lebih intensif dan berkelanjutan agar peserta dapat tampil maksimal saat kompetisi berlangsung.
Selain itu, kesehatan para peserta juga harus menjadi perhatian utama selama masa pembinaan.
Sementara itu, Kasubdit Lembaga Tilawah dan MTQ Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, menekankan pentingnya sinkronisasi antara panitia pusat dan daerah.
Menurutnya, panitera dan master of ceremony (MC) memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran perlombaan.
“Panitera memiliki peran krusial untuk memastikan kesesuaian antara peserta yang tampil dengan nomor urutnya. Oleh karena itu, kita akan sinkronkan panitia pusat dan provinsi melalui rapat khusus antara panitera dan MC,” jelasnya.
Selain aspek teknis perlombaan, panitia juga diminta memastikan kesiapan venue, pelayanan tamu, serta pendampingan liaison officer (LO) berjalan optimal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah tengah menyiapkan peluncuran logo dan maskot resmi MTQ Nasional XXXI.
Peluncuran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah.
“Hari ini kita mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Ketua LPTQ agar seluruh pihak mendapatkan arahan yang sama terkait persiapan MTQ Nasional. Sebagai tuan rumah, Jawa Tengah harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
BACA JUGA: MTQ ke-40 Sumut Resmi Dibuka, Bobby Nasution Ajak Implementasikan Nilai Alquran dalam Pembangunan
Rapat koordinasi ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, BAZNAS hingga panitia penyelenggara MTQ Nasional 2026.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, baik dari aspek penyelenggaraan, pembinaan peserta, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan lintas sektor.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi Al-Qur’an terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan membangun generasi Qurani yang unggul. (KSC)








