KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan strategi utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menekan ketimpangan sosial di Indonesia.
Menurut Muhaimin, persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan bantuan sosial semata. Dibutuhkan penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan agar masyarakat mampu mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Menko PM saat memberikan arahan secara daring dalam kegiatan UNESA International Community Development (ICD) 2026 yang digelar melalui Zoom Meeting, Kamis (5/2/2026).
“Pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama di dalam memutus mata rantai kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan membangun kemandirian bangsa. Pembangunan yang kita tuju harus mampu memberikan solusi bagi terwujudnya ekonomi yang sejahtera, mandiri, dan berdiri di kaki sendiri,” ujar Muhaimin.
BACA JUGA: Pemerintah Aceh Perkuat Rehabilitasi Pascabencana Lewat Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP
Lebih lanjut, Muhaimin menekankan bahwa pendidikan menjadi pintu masuk paling mendasar dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.
“Pendidikan ini menjadi pintu masuk memutus mata rantai kemiskinan. Kita harus menyiapkan kualitas anak-anak kita agar siap memasuki dunia yang semakin kompetitif,” kata Menko PM.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin juga menjelaskan bahwa paradigma pembangunan saat ini menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan utama, di mana negara tidak lagi menjadi satu-satunya aktor pembangunan.
“Negara atau pemerintah harus mampu memberikan stimulan, mendukung, menggerakkan, serta memperkuat potensi-potensi yang ada agar tumbuh dan produktif di masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA: Rapidin Simbolon Tegas Tolak Kekerasan dalam Konflik Agraria Padang Halaban
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menutup arahannya, Menko PM berharap UNESA International Community Development 2026 mampu melahirkan model-model pemberdayaan masyarakat yang aplikatif serta memperkuat jejaring kolaborasi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Muhaimin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menuntaskan target 0 persen kemiskinan ekstrem pada 2026 serta menurunkan angka kemiskinan nasional hingga maksimal 5 persen pada 2029. (KSC)
TIM REDAKSI








