Menembus Ombak Demi Dakwah, Penyuluh Kemenag Batu Bara Rutin Menyebrang Laut dengan Sampan

Menembus Ombak Demi Dakwah, Penyuluh Kemenag Batu Bara Rutin Menyebrang Laut dengan Sampan
Latifah (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | BATU BARA – Setiap Kamis pagi, perjalanan dakwah Latifah Sudarmy selalu dimulai dengan menantang ombak. Menggunakan sampan kecil, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Tiram, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara ini menyeberangi laut menuju Desa Bandar Rahmat, sebuah wilayah pesisir yang hanya bisa dijangkau melalui jalur air.

Perjalanan tersebut merupakan bagian dari tugas pengabdian Latifah dalam program Suluh Laut, layanan pembinaan keagamaan bagi masyarakat pesisir dan daerah terpencil. Latifah membagikan kisah pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama yang konsisten hadir di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, Rabu (21/1/2026)

Desa Bandar Rahmat selama ini menghadapi kendala transportasi dan jarak yang cukup jauh dari pusat layanan keagamaan. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pembinaan agama tidak selalu berjalan optimal. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah Latifah untuk terus mendampingi masyarakat.

BACA JUGA: Wamenag Romo Muhammad Syafi’i Tegaskan Jajaran Kemenag Tak Boleh Jalan Sendiri-Sendiri

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Latifah selalu mengawali kegiatan Suluh Laut dengan berkoordinasi bersama kepala desa dan tokoh agama setempat. Langkah ini dilakukan agar materi dan metode penyuluhan selaras dengan kebutuhan masyarakat pesisir serta mendukung penguatan kehidupan beragama di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pembinaan keagamaan kemudian dilanjutkan melalui pengajian rutin di masjid dan rumah-rumah warga. Selain itu, Latifah juga aktif memberikan pendampingan kepada Majelis Taklim Al-Amin, kelompok binaan yang secara konsisten ia dampingi. Materi keagamaan disampaikan secara bertahap, kontekstual, dan berkelanjutan, menyesuaikan dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pengajian yang sebelumnya sempat vakum kini kembali aktif, partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan meningkat, dan semangat gotong royong untuk memakmurkan masjid mulai tumbuh. Bahkan, keterlibatan pemuda dalam aktivitas keagamaan semakin terlihat, menjadi harapan baru bagi keberlanjutan pembinaan di Desa Bandar Rahmat.

Pengabdian di wilayah pesisir memberikan pengalaman tersendiri bagi Latifah. Sejak mulai bertugas di lokasi binaan tersebut pada tahun 2022, perjalanan menggunakan sampan menjadi pengalaman pertama dalam hidupnya. Akses laut menjadi satu-satunya jalur untuk menjangkau masyarakat.

BACA JUGA: Kemenag Asahan Gelar Tasyakuran HAB ke-80, Sinergi untuk Indonesia Damai

Meski Surat Keputusan (SK) Penyuluh Agama Islam telah diterimanya sejak tahun 2020 dan sebelumnya bertugas di wilayah Toba, penugasan di Kabupaten Batu Bara menghadirkan tantangan dakwah yang berbeda. Namun, medan yang harus ditempuh melalui jalur air justru menjadi simbol komitmen, ketulusan, dan keikhlasan dalam melayani umat.

Melalui program Suluh Laut, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif dan merata. Kehadiran penyuluh agama hingga ke wilayah pesisir menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan pemahaman agama yang benar, menumbuhkan nilai kemanusiaan, serta memperkuat moderasi beragama. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait