Limbah Diduga dari Program MBG Cemari Parit Warga di Deli Serdang, Bau Menyengat Bikin Resah

Limbah Diduga dari Program MBG Cemari Parit Warga di Deli Serdang, Bau Menyengat Bikin Resah
Terpasang Banner Badan Gizi Nasional (BGN) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. (foto: kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Kehadiran program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat justru memunculkan keresahan di tengah warga Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Warga mengeluhkan pencemaran parit lingkungan yang diduga berasal dari limbah dapur atau fasilitas pendukung mitra pelaksana program MBG. Akibatnya, aroma tak sedap menyengat tercium hampir setiap hari dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Keluhan tersebut kini menjadi perhatian publik karena program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat itu dinilai belum diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik di lapangan.

Sejumlah warga mengaku kondisi lingkungan berubah sejak operasional fasilitas pendukung program MBG berjalan di wilayah mereka. Parit-parit yang sebelumnya bersih kini disebut tercemar aliran limbah yang menimbulkan bau tidak sedap.

Bahkan, warga mengaku enggan berlama-lama berada di luar rumah karena aroma menyengat yang berasal dari aliran parit tersebut.

“Kami tidak menolak kehadiran program ini, tapi kami juga tidak mau rumah kami jadi bau dan kotor. Kami minta diperbaiki saja sesuai aturan yang ada,” ujar salah seorang warga kepada media, Rabu (27/5/2026).

Menurut warga, mereka memahami pentingnya program nasional tersebut bagi peningkatan gizi masyarakat. Namun, hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan bersih dan sehat juga harus menjadi perhatian serius pemerintah maupun pihak pengelola.

Warga menyebut pihak pengelola disebut telah mengakui adanya kerusakan pada kolam penampungan limbah. Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Polresta Barelang Bongkar Dugaan Penipuan Titik SPPG Program MBG Rp400 Juta, Polda Kepri Turun Tangan

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan dan kesehatan apabila pencemaran terus berlangsung dalam jangka panjang.

Selain menimbulkan bau menyengat, limbah yang mengalir ke parit juga dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan sekitar permukiman warga.

Permasalahan ini menjadi perhatian karena Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menekankan pentingnya standar higiene dan sanitasi dalam pelaksanaan program MBG.

Wakil Kepala BGN Brigjen Pol. Sony Sonjaya pernah menegaskan bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan pangan.

Artinya, pengelolaan limbah yang tidak optimal tidak hanya berdampak pada lingkungan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan pertanyaan terhadap standar keamanan pangan dari program tersebut.

Kini masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan instansi terkait segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak semakin meluas.

Warga meminta adanya perbaikan fasilitas pengolahan limbah, pembersihan saluran lingkungan, serta jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan kembali terulang di kemudian hari.

BACA JUGA: 14 Dapur SPPG di Serdang Bedagai Dihentikan Sementara

Masyarakat berharap keberadaan program nasional seperti MBG tetap dapat berjalan dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga sekitar.

“Yang kami inginkan sederhana, lingkungan kembali bersih dan tidak bau. Program pemerintah silakan berjalan, tapi jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” ungkap warga lainnya. (KSC)

REPORTER: Dodt Ariamdi

Pos terkait