Lifter Angkat Berat Medan Optimis Raih Emas Di PON Papua



Tepatnya pada tahun 2000, pria yang dilahirkan 37 tahun silam mulai latihan angkat berat dengan bergabung di ODB Club Jalan Hitam Medan. Setahun mengikuti latihan dirinya dilirik Pengkot PABBSI Medan dan KONI Medan. Selanjutnya pada tahun 2002 dipercaya mengikuti Kejurnas Junior dan mendulang medali perunggu di Indramayu. Prestasi demi prestasi yang diraih membuat dirinya menjadi atlet binaan KONI Medan.

Keyakinan Daud untuk menaikkan perolehan medalinya memang sudah kelihatan sejak awal. Daud mengatakan sudah benar-benar siap bertanding sejak memulai latihan khusus jelang PON Papua. Saat ini dirinya bertekad meningkatkan prestasi medali dengan latihan keras di Gedung Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Sumut berlokasi di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang.

Prestasi yang diraih seorang atlet tentunya mendapatkan bonus dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah Sumut serta Pemko Medan. Hal ini membuat dirinya berubah total mulanya berprofesi sebagai penarik becak saat ini telah menjadi pegawai PDAM Tirtanadi berkat prestasi yang diraih.

Baca juga: DPC Granat Kota Medan Telah Dilantik, Raja Makayasa Harahap: Pengurus Harus Bertanggung Jawab dengan Jabatannya



“Prestasi yang diraih saat ini merupakan sengsara membawa nikmat. Ternyata menjadi atlet berprestasi saat ini menjadi perhatian pemerintah. Tentunya, pada PON Papua dengan kekuatan maksimal akan mempersembahkan emas untuk Sumut,” ujar Daud dengan optimis.

Sebelumnya lifter angkat berat Medan ini lolos Ke PON Papua setelah mengikuti seleksi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) angkat berat yang menjadi ajang Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional berlangsung di GOR Tri Juang Pejajaran Bandung, 2019. Even itu menjadikan langkah lifter andalan Sumut, Daud melenggang ke PON 2020 di Papua dengan raihan dua medali perak dan satu perunggu. (BNL)

Pos terkait