KLIKSUMUT.COM | TOLI TOLI – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Toli-Toli di pesisir Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, resmi rampung 100 persen. Proyek yang dikerjakan selama sekitar tiga bulan ini menjadi bukti komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mendukung kesejahteraan nelayan lokal.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan KNMP, Trian Yunanda, mengungkapkan, “Alhamdulillah pembangunan KNMP terus berprogres, khususnya di Kabupaten Toli-Toli sudah rampung 100 persen, meski cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia sempat mempengaruhi pengerjaan,” ujar Trian di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
KNMP Toli-Toli yang terletak di Desa Banagan, Kecamatan Dampal Utara, mencakup area seluas 7.000 meter persegi di bibir pantai. Beragam fasilitas dibangun untuk mendukung aktivitas perikanan, antara lain: tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, bangunan docking kapal, bale nelayan, kios perbekalan melaut, sentra kuliner, kios pemasaran ikan, toilet dan tempat ibadah serta gapura dan jalan lingkungan.
BACA JUGA: Menko PMK Pratikno Minta Daerah Siaga Ekstra Hadapi Bencana Hidrometeorologi Jelang Tahun Baru 2026
Selain itu, KKP menyiapkan sarana prasana rantai dingin, termasuk gudang beku portable, pabrik es portable, mobil pendingin, serta 50 unit coolbox. Untuk penangkapan ikan, disiapkan 10 kapal di atas 5 GT, 20 mesin kapal, dan 10 alat tangkap ikan. Total anggaran pembangunan KNMP Toli-Toli mencapai Rp21 miliar.
Selain Toli-Toli, terdapat empat lokasi lain yang progres pembangunannya telah lebih dari 95 persen, sementara lokasi lain rata-rata berada di 72 persen. Trian menyatakan, “Secara bertahap, 64 lokasi lain yang mulai dibangun pada Oktober 2025 akan rampung seluruhnya pada 31 Januari 2026.”
Desa Banagan memiliki potensi perikanan besar dengan komoditas utama tuna, cakalang, selar, dan kembung. Saat ini, volume produksi nelayan mencapai 173 ton per tahun senilai Rp2,59 miliar. KKP memperkirakan, kehadiran KNMP dapat meningkatkan produktivitas menjadi 237 ton per tahun atau senilai Rp4 miliar.
Program ini juga mendorong terbentuknya ekosistem bisnis perikanan yang lebih terintegrasi, didukung fasilitas seperti gudang beku, pabrik es portable, dan armada mobil berpendingin. Perputaran ekonomi dari aktivitas tersebut diperkirakan mencapai Rp11 miliar per tahun, sekaligus menambah pendapatan rata-rata nelayan dari Rp3,8 juta menjadi Rp5,2 juta per bulan.
Selain itu, pelaksanaan KNMP ditargetkan mampu menyerap 163 tenaga kerja lokal, sekaligus menjadi model pengembangan nelayan di pesisir lain Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI








