Ketua LSM GEMMA PETA INDONESIA Tanggapi Video Kontroversial Menteri Desa PDT: “Oknum Nakal, Di Setiap Sektor Pasti Ada”

Ketua LSM GEMMA PETA INDONESIA Tanggapi Video Kontroversial Menteri Desa PDT: "Oknum Nakal, Di Setiap Sektor Pasti Ada"
Gambar layar tangakap di cuplikan video perbincangan, dan logo LSM GEMMA PETA INDONESIA. (kliksumut.com/Layar Tangkap)

REPORTER: Y Martin Penggabean

KLIKSUMUT.COM | PADANGSIDIMPUAN – Sebuah potongan video Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto yang beredar di media sosial menuai perdebatan. Dalam video tersebut, Yandri menyebutkan adanya oknum wartawan “bodrex” yang kerap menakut-nakuti kepala desa untuk mendapatkan uang, bahkan menyindir bahwa pendapatan mereka bisa melebihi gaji menteri.

“Kalau tiga ratus desa, tiga ratus juta. Kalah tuh gaji Kemendes, gaji menteri,” ujar Yandri sambil tertawa dalam video itu.

BACA JUGA: LSM: Deforestasi di Indonesia Meningkat untuk 3 Tahun Berturut-turut Pada 2024

Ronald Harahap: Jangan Generalisasi, Oknum Nakal Ada di Semua Sektor
Merespons pernyataan tersebut, Ketua Umum LSM GEMMA PETA INDONESIA, Ronald Harahap, mengingatkan agar Yandri Susanto berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Menurutnya, menggeneralisasi wartawan atau LSM sebagai “bodrex” atau “abal-abal” melanggar UU Pers dan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

“Kalau bicara ‘oknum nakal,’ di setiap sektor pasti ada. Apakah Pak Menteri yakin di kementerian yang dipimpinnya tidak ada oknum nakal? Apakah kepala desa semuanya bersih?” ujar Ronald dengan kritis.

Rekam Jejak Wartawan dan LSM
Ronald juga menyoroti kontribusi besar wartawan dan LSM selama ini. Ia menegaskan bahwa wartawan adalah mitra aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah dalam mengungkap ketidakadilan serta tindak pidana korupsi.

“Jurnalis dan LSM tidak digaji oleh negara, tapi mereka selalu hadir membantu masyarakat dan pemerintah. Tidak sedikit yang menghadapi ancaman demi menegakkan keadilan,” tambahnya.

Tantangan kepada Menteri Desa PDT
Sebagai penutup, Ronald menantang Yandri Susanto untuk membuat regulasi yang tegas terkait pengelolaan dana desa. Ia mengusulkan agar pengembalian kerugian negara akibat penyalahgunaan dana desa tetap disertai proses hukum.

“Kalau Pak Menteri berani membuat regulasi seperti itu, mari kita lihat, mana yang lebih banyak: wartawan ‘bodrex’ atau kepala desa nakal?” tantangnya dengan tegas.

BACA JUGA: Mencemarkan Nama Baik Mantan Wali Kota Padangsidimpuan, Oknum LSM Dipolisikan

Pernyataan ini disampaikan Ronald Harahap pada Minggu (2/2/2025) di Jalan Sutan Muhammad Arif, Kota Padangsidimpuan.

Potongan video Menteri Desa PDT Yandri Susanto ini memunculkan reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari GEMMA PETA INDONESIA. Ronald Harahap mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah, wartawan, dan LSM untuk mewujudkan transparansi dan keadilan di masyarakat. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait