KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap transparansi publik dengan mengajak awak media meninjau langsung pelaksanaan Latihan Dasar Militer Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (Latsarmil SPPI) di Markas Komando Brigade Infanteri (Mako Brigif) 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Peninjauan dilakukan untuk memberikan gambaran nyata kepada masyarakat mengenai proses pembentukan karakter dan kepemimpinan para peserta SPPI yang dipersiapkan mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa program SPPI merupakan hasil sinergi berbagai kementerian dan lembaga dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap mengabdi kepada masyarakat.
Lulusan program ini nantinya akan mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Menurutnya, pendidikan yang diberikan tidak berorientasi pada aspek militer semata, melainkan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Peserta dibekali nilai nasionalisme, patriotisme, integritas, disiplin, profesionalisme, serta kemampuan memimpin dan berkomunikasi yang baik agar mampu menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” jelas Rico.
Kemhan mengungkapkan bahwa proses seleksi SPPI dilakukan secara ketat dan berlapis. Mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, ideologi dan mental, hingga kemampuan akademik.
Tahapan tersebut dilakukan untuk menyaring peserta terbaik dari puluhan ribu pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA: Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 853/Buwar Reje Bur di Aceh Timur
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Saat meninjau fasilitas kelas dan barak di Brigif 1 Marinir Cilandak, awak media melihat lebih dari 670 peserta dari berbagai wilayah Indonesia sedang mengikuti rangkaian pendidikan intensif.
Selain menerima materi dasar bela negara, para peserta juga mendapatkan pembinaan mental, ideologi Pancasila, serta pelatihan kepemimpinan.
Pendidikan yang dimulai sejak pertengahan Juni 2026 tersebut akan ditutup dengan pelatihan manajerial khusus selama dua minggu. Pelatihan ini akan dipandu langsung oleh tenaga pengajar dari Kementerian Koperasi guna membekali peserta dengan kemampuan teknis yang dibutuhkan saat menjalankan tugas di lapangan.
Salah satu peserta SPPI Gelombang IV, Giri Bircana, sarjana hukum asal Pontianak yang mengikuti pendidikan di Satuan Tempur Korps Marinir Brigif 1 Cilandak, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama menjalani pendidikan.
Setelah delapan hari mengikuti pelatihan, Giri menilai tantangan terbesar bukan pada materi yang diberikan, melainkan kedisiplinan yang harus diterapkan dalam setiap aktivitas.
“Bagi saya pribadi sebetulnya tidak ada yang berat, yang paling utama ya memang disiplin saja. Kita dituntut untuk tepat waktu dan semua harus on time,” ungkap Giri.
Ia juga mengaku bangga dapat menjadi bagian dari program SPPI yang menurutnya membuka peluang bagi para sarjana untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan bangsa.
BACA JUGA: Pengelolaan TMP Nasional Dialihkan ke Kemenhan, DPD RI Dorong Revisi UU Kesejahteraan Sosial
Program SPPI menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan jiwa kepemimpinan untuk mendukung pembangunan nasional.
Dengan kombinasi pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, bela negara, dan pelatihan manajerial, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan di daerah masing-masing sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. (KSC)
TIM REDAKSI








