KLIKSUMUT.COM | DENPASAR – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat pengembangan destinasi pariwisata regeneratif melalui penyelenggaraan Forum Table Top Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) 2026 yang mengangkat kawasan strategis Buleleng–Jembrana–Banyuwangi (3B) atau Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi sebagai destinasi unggulan baru Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketimpangan kunjungan wisatawan yang selama ini masih terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan. Melalui promosi terintegrasi, Kemenpar ingin mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar namun belum berkembang secara optimal.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Forum Table Top BBWI 3B menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan utama sektor pariwisata Bali, yakni tingginya konsentrasi kunjungan wisatawan di wilayah selatan Pulau Dewata.
Menurutnya, pengembangan kawasan Buleleng, Jembrana, dan Banyuwangi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat setempat sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan.
“Program promosi 3B merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku industri pariwisata di ketiga wilayah. Tujuannya untuk meningkatkan length of stay wisatawan sekaligus mendorong peningkatan pengeluaran wisatawan selama berlibur,” ujar Ni Made Ayu dikutip, Sabtu (20/6/2026).
Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan berbagai transaksi bisnis dan kerja sama baru antara pelaku industri pariwisata sehingga tercipta paket-paket wisata yang menarik menjelang momentum libur sekolah Juni–Juli 2026.
Kementerian Pariwisata mencatat Bali masih menjadi destinasi utama atau top of mind bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan, meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bali tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal I dan II tahun 2026, tercatat sebanyak 417,06 juta perjalanan wisatawan nusantara, meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA: Kemenpar Perkuat Pariwisata Premium Indonesia, Dorong Wisatawan Pilih Liburan Mewah di Dalam Negeri
Data tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata ke kawasan alternatif seperti Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi.
Forum Table Top BBWI yang digelar di Harris Sunset Road, Denpasar, Bali, pada 10 Juni 2026 mempertemukan pelaku usaha pariwisata dari kawasan 3B dengan agen perjalanan dan penyelenggara wisata dari berbagai daerah.
Melalui konsep business matching atau table top, para peserta dapat mempromosikan destinasi, membangun jaringan bisnis, hingga menjajaki peluang kerja sama jangka panjang.
Selain itu, dinas pariwisata dari masing-masing daerah juga memaparkan berbagai kebijakan terbaru dan arah pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya kepada para pelaku industri.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan 30 pelaku usaha pariwisata terkurasi (sellers) yang berasal dari sektor akomodasi, jasa wisata, dan desa wisata unggulan.
Beberapa peserta yang ikut serta antara lain:
- Plataran Menjangan Resort & Spa
- Elevate Bali
- Puri Dajuma Beach Eco-Resort & Spa
- Umadewi Surf & Retreat
- The Lovina
- Villa So Long
- Desa Wisata Les
Sementara itu, sebanyak 90 buyers terkurasi hadir dari berbagai asosiasi dan perusahaan perjalanan ternama, seperti ASITA, AITTA, ASPPI, ASTINDO, INTOA, TUI Musement, Pacto, Happy Trails, Indoplan, hingga Manumadi.
“Kami secara khusus mengundang buyers dengan reputasi tinggi agar dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha kawasan 3B. Sinergi ini diharapkan menghasilkan paket wisata yang berkualitas, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan masa kini,” ujar Erwita.
Forum BBWI 3B juga menjadi bagian dari implementasi kampanye nasional #DiIndonesiaAja yang bertujuan meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara sekaligus mendukung target 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026.
Kegiatan ini difokuskan untuk memanfaatkan momentum libur sekolah melalui promosi berbagai paket wisata alternatif yang menarik dan berkualitas.
Kemenpar memperkirakan forum tersebut mampu menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp3,67 miliar dengan potensi pemesanan produk wisata, paket perjalanan, dan akomodasi mencapai 6.830 wisatawan.
BACA JUGA: Kemenpar Gandeng OTA Bangun Sistem API Verifikasi Hotel dan Vila Berizin, Siap Diluncurkan 2027
“Selanjutnya para sellers akan menindaklanjuti komunikasi dengan seluruh potential buyers terkait permintaan contract rate maupun penjadwalan site inspection untuk memastikan kerja sama dapat segera direalisasikan,” kata Erwita.
Melalui Forum Table Top BBWI 3B, pemerintah optimistis kawasan Buleleng, Jembrana, dan Banyuwangi dapat berkembang menjadi destinasi unggulan baru yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, program ini juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal. (KSC)
TIM REDAKSI







