Kemenpar Perkuat Pariwisata Premium Indonesia, Dorong Wisatawan Pilih Liburan Mewah di Dalam Negeri

Kemenpar Perkuat Pariwisata Premium Indonesia, Dorong Wisatawan Pilih Liburan Mewah di Dalam Negeri
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat ekosistem pariwisata premium nasional melalui penyelenggaraan Luxury Business Gathering 2026,

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat ekosistem pariwisata premium nasional melalui penyelenggaraan Luxury Business Gathering 2026, sebuah forum bisnis eksklusif yang mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial guna mendorong pertumbuhan wisata berkualitas di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran pada 26 Mei 2026 itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan minat wisatawan nasional (wisnas) dalam memilih destinasi domestik melalui produk wisata premium yang eksklusif, berkualitas, dan berdaya saing global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kondisi global saat ini membuka peluang besar bagi industri pariwisata Indonesia untuk memperkuat pasar domestik.

“Kondisi ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja,” ujar Widiyanti, Kamis (4/6/2026).

Potensi pasar wisata dalam negeri menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan, meningkat 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026, perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 319,51 juta perjalanan, atau tumbuh 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bahwa masyarakat Indonesia semakin aktif melakukan perjalanan wisata, termasuk pada segmen wisata premium yang menawarkan pengalaman eksklusif dan personal.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Luxury Business Gathering dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan pembeli potensial dengan penyedia layanan wisata premium yang telah melalui proses kurasi oleh Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, pasar luxury tourism terus berkembang dan membutuhkan produk yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

BACA JUGA: Menpora Erick Thohir Siapkan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia, Fokus pada Nilai Patriotik, Gigih, dan Empatik

“Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang,” jelas Made.

Forum tersebut menghadirkan berbagai pelaku industri pariwisata premium yang menawarkan layanan kelas atas, mulai dari akomodasi mewah, wisata bahari eksklusif, perjalanan privat, hingga pengalaman wisata berbasis budaya dan alam dengan standar internasional.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kegiatan ini menghadirkan 10 sellers premium dan sekitar 25 buyers potensial dalam format business matching yang lebih efektif dan produktif.

Konsep rotasi meja dan diskusi intensif memungkinkan setiap peserta menjalin komunikasi bisnis secara langsung untuk menciptakan peluang kerja sama yang lebih konkret.

“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Erwita.

Para sellers yang terlibat berasal dari berbagai subsektor industri pariwisata premium, seperti jaringan hotel internasional, operator perjalanan wisata, penyedia wisata bahari eksklusif, hingga asosiasi industri pariwisata.

Kementerian Pariwisata menilai Luxury Business Gathering merupakan proyek percontohan penting dalam membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang semakin kuat, terintegrasi, dan mampu bersaing di tingkat global.

Melalui kolaborasi yang lebih erat antara pelaku industri, investor, dan pembeli potensial, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium kelas dunia.

“Ke depan, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi pariwisata premium berkelas dunia,” kata Erwita.

BACA JUGA: Potret Senyum Anak-Anak Pedalaman Mendapat Ribuan Buku Baru dari PNM

Pengembangan wisata premium tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan dalam negeri, tetapi juga mendorong peningkatan nilai ekonomi di destinasi wisata.

Dengan menghadirkan layanan berkualitas tinggi, pariwisata premium mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pelaku industri, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Melalui penguatan ekosistem luxury tourism, Kemenpar optimistis Indonesia dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk menikmati pengalaman liburan berkelas tanpa harus bepergian ke luar negeri. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait