Kaum Ibu di Tabuyung Bakar 3 Rumah Terduga Bandar Narkoba

Kaum Ibu di Tabuyung Bakar 3 Rumah Terduga Bandar Narkoba
BAKAR RUMAH TERDUGA BANDAR SABU: Kaum ibu di Desa Tabuyung membakar tiga rumah terduga pengedar narkoba akibat kesal dengan lambatnya respons kepolisian. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | MANDAILING NATAL ~ Rasa kesal masyarakat Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, memuncak hingga menimbulkan aksi nekat. Tiga unit rumah yang kuat dugaan tempat jaringan pengedar narkoba dibakar oleh para ibu-ibu di desa itu, Selasa (17/12/2025) sore.

Ketua Jaringan Masyarakat Pemantau Kepolisian (Jampi) Sumatera Utara, Zakaria Rambe, menilai peristiwa itu merupakan akumulasi kekesalan warga, terutama kaum ibu. Menurutnya, masyarakat merasa kepolisian lambat bertindak dalam memberantas peredaran narkoba di desa mereka.

“Kejadian Selasa sore kemarin ini seharusnya jadi pembelajaran bagi Kapolres Madina dan jajarannya. Ada apa. Sehingga masyarakat akhirnya main hukum sendiri. Pihak kepolisian harus kaji ini,” kata Zakaria, Rabu (17/12/2025).

BACA JUGA: Sakit Hati dan Faktor Ekonomi Jadi Pemicu: Sopir Nekat Curi dan Bakar Rumah Hakim di Medan, Empat Tersangka Ditangkap Polisi

Zakaria menambahkan, aksi tersebut lahir dari rasa sayang kaum ibu terhadap generasi penerus di desanya. Kemungkinan, aksi ini merupakan reaksi atas minimnya respons pihak kepolisian terhadap laporan warga terkait narkoba.

Bacaan Lainnya

“Akar awalnya mungkin ada laporan dari kaum ibu yang dinilai mereka tidak ditanggapi. Atau menurut kacamata mereka peredaran narkoba di desanya sudah cukup parah dan kepolisian hanya diam saja,” ucap Zakaria.

Pemerintah Desa Berupaya Mencegah

Plt Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung, menjelaskan pembakaran rumah terduga bandar narkoba terjadi secara spontan. Peristiwa itu berlangsung setelah kegiatan pengajian dan doa bersama para ibu.

BACA JUGA: Bupati Tapteng Kunjungi Keluarga Korban Isu Begu Ganjang, Janji Bangun Rumah dan Pulihkan Trauma

“Kejadian pembakaran itu terjadi secara spontan. Setelah acara pengajian dan do’a bersama, Ibu-ibu langsung bergerak ke rumah yang kuat dugaan bandar narkoba,” jelas Iskandar via WhatsApp, Rabu (17/12/2025).

Iskandar menuturkan, pihak pemerintah desa telah berupaya menghentikan aksi tersebut. Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan sweeping dan aksi anarkis, tetapi masyarakat sudah muak dan mengabaikan peringatan itu.

“Selaku Plt Kepala Desa sudah berusaha untuk mencegah Ibu-ibu untuk tidak melakukan sweeping ke rumah yang dugaan bandar narkoba. Sudah mengingatkan untuk tidak berbuat anarkis namun ibu-ibu tidak lagi hiraukan,” kata Iskandar.

BACA JUGA: Beruntun, Satnarkoba Polres Karo Gulung Pembeli dan Bandar Sabu di Kabanjahe

Harapan Kepolisian Bertindak Tegas

Zakaria berharap Kapolres Madina dan jajarannya segera menindaklanjuti peristiwa ini, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi. Ia menekankan, Presiden Prabowo menggaungkan reformasi kepolisian  harus mendapat atensi dari pejabat lokal.

“Ketika Pak Prabowo sedang berusaha mereformasi institusi Kepolisian, kejadian ini terjadi. Di daerah terpencil dan jauh dari ibu kota. Ini bisa kita katakan, hanya Presiden saja yang ingin merubah citra Kepolisian, tanpa dibarengi dengan sikap tegas Kapolres hingga Kapolseknya,” tegas Zakaria. (KSC)

Pos terkait