Terjangkit COVID-19
Rachmawati menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani serangkaian perawatan kesehatan selama lebih dari satu minggu karena terjangkit virus corona.
“Beliau dirawat di RSPAD sepulangnya dari menghadiri dua acara, yaitu haul Bung Karno dan ulang tahun Polisi Militer Angkatan Darat Juni lalu. Ia merasa tidak enak badan, setelah diperiksa diputuskan dirawat di RSPAD. Penyakit bawaannya seperti stroke dan asthma semakin menyulitkan ketika ia terjangkit COVID. Kurang lebih jam 6.45 dipanggilNya,” ujar Eros Djarot, sahabat Rachmawati dan Megawati.
Dikenal Nasionalis Sejati
Diah Pramana Rachmawati Soekarno lahir pada 27 September 1950. Ia merupakan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bung Karno dan salah seorang pendiri Universitas Bung Karno. Ia juga pernah mendirikan Partai Pelopor.
Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Rachmawati pada tahun 2007-2009 dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia pernah bergabung dengan Partai Nasdem pada tahun 2013, namun kemudian berpisah jalan pada tahun 2014. Setahun kemudian ia bergabung dengan Partai Gerindra dan hingga September 2020 menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang langsung berada di bawah Ketua Umum Prabowo Subianto.
Pertengahan Juni lalu Rachmawati didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina Tim Mutiara Hitam oleh Persipura Jayapura.
BACA JUGA: Lenyap Kekayaan Rp51,5 Triliun, Budi Hartono Tolak PSBB DKI Jakarta
Masyarakat luas mengenal Rachmawati Soekarnoputri sebagai tokoh politik yang sangat nasionalis dan berbeda haluan dengan kakaknya, Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Perbedaan itu tampak jelas ketika Rachmawati, dalam pendeklarasian Partai Pelopor di Jakarta pada Agustus 2002, secara terang-terangan menyebut “Megawati hanyalah anak biologis Soekarno, bukan anak ideologis.”








