JAKARTA | kliksumut.com – Akibat banyaknya ibu hamil terjangkit Covid-19, maka Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) merekomendasikan vaksinasi corona terhadap ibu hamil. Ketua POGI Ari Kusuma Januarto mengatakan lembaganya mencatat setidaknya ada 536 ibu hamil yang terinfeksi virus corona sepanjang April 2020 hingga Mei 2021. Sekitar tiga persen di antaranya meninggal dan 4,5 persen masuk ruang gawat darurat atau Intensive Care Unit (ICU).
Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa selain itu, menurut Ari, 51 persen dari 536 ibu hamil tidak bergejala atau orang tanpa gejala. Kondisi tersebut membuat virus berpotensi menular kepada keluarga ibu hamil ataupun dokter dan tenaga kesehatan.
“Dari 536 orang, 72 persen ditemui pada usia 37 minggu. Artinya terlambat diketahui atau baru datang. Padahal kita tahu itu masa akan melahirkan jelas membutuhkan fasilitas atau dirujuk,” jelas Ari Kusuma Januarto dalam konferensi pers daring, Jumat (2/7/2021).
BACA JUGA: Lenyap Kekayaan Rp51,5 Triliun, Budi Hartono Tolak PSBB DKI Jakarta
Ari menambahkan ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan tertular virus corona. Kata dia, hal ini diperkuat data Dinas Kesehatan Jakarta yang menunjukkan sekitar 1.600 ibu hamil dinyatakan positif virus corona dari 15 ribuan ibu hamil yang dites PCR (polymerase chain reaction). Seribu di antaranya yang dinyatakan positif membutuhkan fasilitas rujukan.
Sekjen POGI Budi Wiweko menambahkan vaksinasi terhadap ibu hamil aman dilakukan. Hal tersebut berdasar studi observasi di Amerika Serikat terhadap 35 ribuan ibu hamil yang divaksin Pfizer dan Moderna pada Desember 2020 hingga Februari 2021. Hasilnya sebagian besar ibu hamil merasakan nyeri pada tempat suntikan dan kelelahan.








