AS | kliksumut.com – Lebih separuh dari 17,5 juta pengguna Twitter yang mengikuti jajak pendapat yang dibuat oleh miliarder Elon Musk tentang apakah sebaiknya ia mengundurkan diri sebagai pimpinan perusahaan itu atau tidak, memilih agar Musk mengundurkan diri dari jabatannya saat jajak pendapat ditutup pada Senin (19/12/2022).
Belum ada pengumuman dari Twitter, atau dari Musk, tentang apa yang selanjutnya akan terjadi. Meskipun dalam cuitan itu Musk mengatakan ia akan mematuhi hasil jajak pendapat yang dibuatnya itu.
BACA JUGA: Langkah Musk Tutup Akun Twitter Wartawan Dinilai Berbahaya
Musk menghadiri final Piala Dunia di Qatar pada Minggu (18/12/2022), dan mungkin sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat pada Senin.
Musk telah menggelar sejumlah jajak pendapat tidak ilmiah tentang masalah substansial yang dihadapi oleh platform media sosial itu, termasuk soal apakah ia sebaiknya menghidupkan kembali atau tidak akun Twitter para wartawan yang diblokirnya, yang membuatnya dikecam luas di dalam dan luar lingkaran media.
Musk telah berselisih paham dengan sebagian pengguna Twitter di berbagai bidang, dan pada Minggu (18/12) ia meminta pengguna Twitter untuk memutuskan apakah ia harus tetap bertanggung jawab atas platform media sosial itu setelah mengakui bahwa ia melakukan kesalahan ketika meluncurkan aturan baru tentang pembatasan ucapan, dengan melarang penyebutan situs media sosial saingannya di Twitter.
Hasil survei online tidak ilmiah itu berlangsung selama 12 jam. Hasilnya menunjukkan 57,5 persen pengguna Twitter yang memilih ingin agar Musk mengundurkan diri. Sementara 42,5 persen lainnya ingin agar ia tetap memimpin Twitter.
Jajak pendapat terbaru itu mengikuti perubahan kebijakan signifikan lainnya sejak Musk mengakuisisi Twitter pada Oktober lalu.
Twitter telah mengumumkan bahwa pengguna tidak lagi dapat menautkan pesan yang dipasangnya di Twitter ke sejumlah situ media sosial seperti Facebook, Instagram, Mastodon dan platform lain yang digambarkannya sebagai “terlarang.”








