Gempa Vanuatu Magnitudo 6,9 Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan

Gempa M 4,6 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | VANUATU – Gempa bumi kuat mengguncang Vanuatu di kawasan Pasifik pada Sabtu (24/10/2026). Gempa yang awalnya dilaporkan berkekuatan magnitudo 7,2 tersebut memicu peringatan tsunami dari Pacific Tsunami Warning Center (PTWC).

Dilansir dari AFP, PTWC yang berbasis di Hawaii menyatakan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami berbahaya di wilayah pesisir yang berada dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa.

“Berdasarkan parameter awal gempa, tsunami berbahaya mungkin terjadi di pesisir yang terletak dalam radius 300 km dari pusat gempa,” demikian pernyataan PTWC.

Peringatan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gelombang tsunami setelah gempa kuat mengguncang wilayah kepulauan di Pasifik Selatan itu.

BACA JUGA: Gempa Bogor Magnitudo 4,1 Rusak 349 Rumah di Bogor dan Sukabumi, Satu Orang Luka

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) kemudian memperbarui kekuatan gempa utama menjadi magnitudo 6,9.

Menurut data USGS, pusat gempa berada sekitar 200 kilometer atau 124 mil di barat laut Port-Olry, Vanuatu.

Selain gempa utama, USGS juga melaporkan terjadinya gempa kedua dengan kekuatan magnitudo 6,3 di dekat lokasi yang sama.

Bacaan Lainnya

Rangkaian gempa tersebut menunjukkan aktivitas seismik yang terjadi di kawasan Vanuatu. Namun, informasi mengenai dampak kerusakan, korban jiwa, maupun kondisi masyarakat di sekitar pusat gempa belum tercantum dalam laporan awal yang dirujuk.

Vanuatu merupakan salah satu negara kepulauan di Samudra Pasifik yang kerap mengalami gempa bumi. Kondisi ini berkaitan dengan letaknya di kawasan Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire, jalur aktivitas tektonik yang dikenal memiliki frekuensi gempa bumi dan aktivitas gunung api yang tinggi.

BACA JUGA: Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Sumatera dan Jawa

Indonesia juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Posisi tersebut membuat kedua negara memiliki kerawanan terhadap aktivitas seismik, meskipun tingkat risiko dan dampak setiap gempa bergantung pada lokasi, kedalaman, kekuatan, serta kondisi wilayah yang terdampak.

Gempa berkekuatan besar di kawasan laut dapat memicu tsunami apabila mekanisme gempa menyebabkan perpindahan massa air laut dalam jumlah signifikan. Karena itu, peringatan tsunami menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi bahaya di wilayah pesisir. (KSC)

Pos terkait