KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara (Sumut), Iskandar ST, meminta Polrestabes Medan untuk segera mengungkap secara transparan identitas sebenarnya dari seorang buronan kasus judi online bernama “Iskandar” yang tengah dicari oleh pihak kepolisian. Permintaan ini disampaikan setelah dirinya mengalami insiden salah tangkap yang mencoreng nama baiknya.
Kepada wartawan, Senin (20/10/2025), Iskandar menegaskan bahwa penangkapan yang dialaminya di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia saat akan terbang dari Bandara Kualanamu menuju Soekarno-Hatta, Rabu (15/10/2025), adalah bentuk kelalaian serius dan berpotensi menjadi bentuk pencemaran nama baik.
“Jika polisi tidak segera mengungkap siapa sebenarnya buronan bernama Iskandar itu, maka sangat patut diduga bahwa ini bagian dari rekayasa politik yang bertujuan menghancurkan reputasi saya dan Partai NasDem, khususnya di Sumatera Utara,” tegas Iskandar.
Diduga Bos Judi Online Kelas Kakap
Iskandar juga menduga bahwa orang yang diburu tersebut adalah seorang Bos Judi Online (Judol) kelas kakap, dengan omzet mencapai ratusan miliar rupiah. Ia menyayangkan prosedur penegakan hukum yang tidak profesional hingga berujung pada salah tangkap di lokasi sekelas Bandara Internasional Kualanamu.
BACA JUGA: KOMBAT Ultimatum Avsec Kualanamu dan Garuda Indonesia: Minta Maaf atau Dikepung Ribuan Kader
“Saya minta agar pihak kepolisian segera mengekspos identitas ‘Iskandar asli’, agar masyarakat tahu bahwa bukan saya pelaku kejahatan itu,” tambahnya.
Tuntut Klarifikasi untuk Pemulihan Nama Baik
Iskandar menilai, publikasi terbuka dari kepolisian sangat penting agar tidak terjadi fitnah berkepanjangan yang dapat merusak kredibilitas dirinya sebagai tokoh politik serta partai yang dipimpinnya di wilayah Sumut.
BACA JUGA: 4 Oknum Polisi Diperiksa Propam Usai Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut di Kabin Pesawat
Ia juga mengingatkan agar pihak kepolisian bekerja secara profesional, mengikuti prosedur hukum, dan tidak bertindak gegabah dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan nama publik.
“Transparansi ini penting bukan hanya untuk saya, tapi juga demi kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di Indonesia,” tutupnya. (KSC)







