Inflasi Sumut Tertinggi Nasional, Pemprov Datangkan Cabai Jember Tekan Harga Pasar

Inflasi Sumut Tertinggi Nasional, Pemprov Datangkan Cabai Jember Tekan Harga Pasar
INFLASI SUMUT: Data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 menunjukkan, inflasi year-on-year (yoy) di Sumut mencapai 5,32 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 2,65 persen. (FOTO: Wal)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Laju inflasi di Sumatera Utara (Sumut) terus melonjak dan mencatatkan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 menunjukkan, inflasi year-on-year (yoy) di Sumut mencapai 5,32 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 2,65 persen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pun mengambil langkah cepat dengan mendatangkan 50 ton cabai merah dari Jember, Jawa Timur, sebagai bentuk intervensi awal menekan harga pangan.

BACA JUGA: Inflasi Sumut Tertinggi di Indonesia, Klaim 524 Pasar Murah Dinilai Gagal Redam Harga Pangan

Medan dan Deli Serdang Penyumbang Terbesar Inflasi
Menurut Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu, Poppy Marulita Hutagalung, lonjakan harga cabai merah menjadi salah satu pemicu utama inflasi. Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang disebut sebagai penyumbang sekitar 72 persen terhadap total inflasi Sumut.

“Kita datangkan 50 ton cabai gunung kualitas terbaik dari Jember. Untuk menjaga kualitas selama pengiriman, kita gunakan truk berpendingin (termoking) dengan kemasan peti kayu,” jelas Poppy saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/10/2025).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Tekan Inflasi, Pemprov Sumut Gelar Gerakan Pasar Murah di 524 Lokasi

Kenapa Harus Cabai dari Jember?
Langkah Pemprov membeli cabai dari luar provinsi menuai pertanyaan publik, mengingat Sumut dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura nasional. Namun Poppy menegaskan bahwa ini adalah solusi jangka pendek untuk menstabilkan harga dan menjaga stok di pasar.

Selain dataran tinggi Kabupaten Karo dan kawasan Danau Toba, salah satu sentra penghasil cabai di Sumut saat ini adalah Lubuk Cuik, Kabupaten Batubara.

“Ini bentuk intervensi pasar yang cepat. Setelah distribusi, kami bersama Bank Indonesia, Bulog, dan BPS akan memantau dampaknya. Kami juga libatkan Satgas Pangan untuk mencegah distribusi ilegal ke luar Sumut,” katanya.

BACA JUGA: Pengamat Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi Sumut Triwulan II 2025 Tumbuh 4,69 Persen, Tapi Inflasi Melonjak 5,32 Persen

Harga Cabai di Medan Masih Melambung
Meski distribusi telah dilakukan, harga cabai merah di pasar tradisional Kota Medan masih tinggi, bahkan tembus Rp80.000 per kilogram di beberapa titik. Ini jauh dari target stabilisasi harga yang diharapkan Pemprov.

Padahal, sejak awal 2025, pemerintah sudah melakukan lebih dari 500 kali operasi pasar dan pasar murah, namun dampaknya dinilai belum signifikan terhadap harga-harga kebutuhan pokok.

BACA JUGA: Wagub Sumut Soroti Harga Cabai dan Beras, Instruksikan Langkah Cepat Atasi Inflasi dan Kemiskinan

Pengawasan Distribusi Diperketat
Pemerintah mengklaim sudah memiliki peta distribusi komoditas strategis seperti cabai merah, termasuk wilayah-wilayah yang rawan kebocoran pasokan ke luar provinsi.

“Hari ini kita rapat dengan Satgas Pangan. Kita ingin pastikan cabai yang masuk tetap beredar di Sumut dan tidak bocor ke daerah lain,” tutup Poppy. (KSC)

Pos terkait