Lembaga Indonesia Youth Epicentrum Desak Bawaslu Proses Dugaan Penggelembungan Suara Adik Kandung Bupati Labura

Indonesia Youth Epicentrum Desak Bawaslu dan Satgas Gakkumdu Proses Hukum Dugaan Penggelembungan Suara Adik Kandung Bupati Labura
PENGGELEMBUNGAN SUARA: Formulir C Hasil (C1) TPS 16, Desa Pulo Dogom, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura, Caleg DPR RI Trinovi Khairani tidak memperoleh suara (0 suara) diduga disulap menjadi 36 suara di lembar D Hasil. (FOTO: Ist)

EDITOR: Ahmad Zulfikar Sagala | REPORTER: Y. Martin Panggabean | Hasan Basri

LABUHANBATU UTARA | KLIKSUMUT.COM – Lembaga Pemantau Nasional Pemilu 2024, Indonesia Youth Epicentrum (IYE), mendesak Bawaslu dan Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Labuhanbatu Utara (Labura) segera melakukan proses hukum terkait dugaan praktik penggelembungan suara caleg DPR RI Partai Golkar, Trinovi Khairani.

Hal ini ditegaskan Ketua Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Badan Pengawas Pemilu, Indonesia Youth Epicentrum, Beny Hasibuan, kepada awak media, Senin (4/3/2024).

Seperti diketahui, caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani merupakan adik kandung Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus, SE yang juga anak kandung dari mantan Bupati Labura periode sebelumnya, H. Khairuddin Syah Sitorus alias Buyung Hes.

BACA JUGA: Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Dua TPS di Labura

Bacaan Lainnya

Indonesia Youth Epicentrum menemukan indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oknum PPK di sejumlah kecamatan di Kabupaten Labura, dengan memindahkan perolehan suara Partai Golkar dan sejumlah caleg Partai Golkar kepada caleg DPR RI Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumut 2, Trinovi Khairani.

“Perolehan suara partai dan caleg di C-1 berubah drastis di lembar D Hasil tingkat Kecamatan. Jumlahnya ribuan dan anehnya cuma suara Caleg Golkar Trinovi Khairani yang bertambah. Suara partai dan suara caleg lainnya justru malah berkurang,” sebut Hasibuan.

Indonesia Youth Epicentrum Desak Bawaslu dan Satgas Gakkumdu Proses Hukum Dugaan Penggelembungan Suara Adik Kandung Bupati Labura
LEMBAR D HASIL: Lembar D Hasil perolehan suara caleg DPR RI Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumut 2, Trinovi Khairani. (FOTO: Ist)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Indonesia Youth Epicentrum, dugaan pemindahan suara partai dan caleg Golkar terjadi di 13 desa/kelurahan di Kecamatan Kualuh Hulu kepada caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani sebagai berikut:

BACA JUGA: Pendemo Desak KPU Diskualifikasi Paslon 02 dari Pemilu 2024

1. Aek Kanopan Timur
Pada lembar C Hasil (C-1) perolehan suara Partai Golkar tercatat 88 suara berkurang menjadi 33 pada lembar D Hasil, atau hilang 55 suara. Demikian juga pada lembar C-1 perolehan suara Rambe Kamarul Zaman yang sebelumnya 24 suara berkurang menjadi 13 suara atau hilang 11 suara dan caleg Syahrul Pasaribu sebelumnya 19 berkurang menjadi 11 atau hilang 8 suara. Anehnya, Caleg DPR RI Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.958 suara, naik menjadi 2.052 suara atau bertambah 94 suara.

1. Aek Kanopan Timur
Pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 124 suara berkurang menjadi 76 pada D Hasil, atau hilang sebanyak 48 suara. Penambahan suara Trinovi Khairani ini kuat dugaan berasal dari suara hilang caleg Golkar lainnya seperti dari Fitri Krisnawati berkurang 9 suara, Rambe Kamarul Zaman berkurang 9 suara, Syahrul Pasaribu berkurang 10 suara dan caleg Idealisman Dachi berkurang 1 suara. Dugaan praktik pengalihan suara partai dan caleg Golkar ini mendongkrak perolehan suara Caleg DPR RI Trinovi Khairani pada lembaran C1 sebelumnya hanya 2.698 suara, menggelembung menjadi 2.814 suara atau bertambah 116 suara.

BACA JUGA: Pasangan Capres Prabowo Unggul Tapsel

3. Perkebunan Kanopan Ulu
Sebelumnya pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 34 berkurang menjadi 10 atau hilang 24 suara. Perolehan suara caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani dari 309 suara naik menjadi 341 suara atau bertambah 32 suara.

4. Perkebunan Membang Muda
Sebelumnya pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 20 suara, berkurang menjadi 6 suara atau hilang 14 suara. Demikian juga dengan suara caleg Golkar Syahrul Pasaribu pada Lembar C-1 sebanyak 6 berkurang menjadi 1 suara atau hilang 5 suara dan caleg Idealisman Dachi yang sebelumnya 3 suara bahkan menjadi 0 suara atau hilang semuanya. Caleg DPR RI Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya memperoleh 460 suara, naik menjadi 488 suara atau bertambah 28 suara.

5. Sukarame
Sebelumnya pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 81 suara, berkurang menjadi 25 suara atau hilang 56 suara. Suara caleg Rambe Kamarul Zaman sebelumnya 20 suara menjadi 10 suara atau hilang 10 suara dan caleg Syahrul Pasaribu dari 16 suara berkurang menjadi 7 suara atau hilang 9 suara. Caleg DPR RI Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.907 suara, naik menjadi 2.047 suara atau bertambah 140 suara.

BACA JUGA: Pleno KPU Medan Dihentikan Sementara: Saksi Parpol Temukan Indikasi Penggelembungan Suara Presiden – Wakil Presiden

6. Sukarame Baru
Sebelumnya pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar sebanyak 43 suara, berkurang menjadi 15 suara atau hilang 28 suara. Sedangkan caleg Rambe Kamarul Zaman yang sebelumnya 11 suara, berkurang menjadi 5 atau hilang 6 suara, Syahrul Pasaribu sebelumnya 12 menjadi 3 suara atau hilang 9 suara dan caleg Allen Marbun yang sebelumnya 42 suara, berkurang menjadi 11 suara atau hilang 32 suara. Caleg DPR RI Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.135, naik menjadi 1.230 suara atau bertambah 95 suara.

7. Parpaudangan
Pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar sebelumnya sebanyak 55 suara, berkurang menjadi 23 atau hilang 32 suara. Begitu juga dengan caleg Rambe Kamarul Zaman yang sebelumnya 23 suara, berkurang menjadi 14 suara atau hilang 9 suara, caleg Syahrul Pasaribu dari 8 suara, berkurang menjadi 4 suara atau hilang 4 suara. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.061 suara, naik menjadi 1.118 suara atau bertambah 57 suara.

8. Labuhan Haji
Pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar sebelumnya sebanyak 6 suara, berkurang menjadi 2 suara atau hilang 4 suara. Caleg Golkar Rambe Kamarul Zaman dari 2 suara, berkurang menjadi 1 suara atau hilang 1 suara, caleg Syahrul Pasaribu dari 3 suara berkurang menjadi 0 atau hilang semua suara. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 203 suara, naik menjadi 214 suara atau bertambah 11 suara.

BACA JUGA: Meski Aplikasi Sirekap Ngadat, KPU Binjai Optimis Tuntaskan Rapat Pleno Dalam Dua Hari

9. Perkebunan Hanna
Pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 3 suara, berkurang menjadi 2 suara atau hilang 1 suara. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 97 suara, naik menjadi 98 suara atau bertambah 1 suara.

10. Sonamartani
Pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 86 menjadi 21 atau hilang 65 suara. Rambe Kamarul Zaman 25 menjadi 10 atau hilang 15 suara. Syahrul Pasaribu 11 menjadi 5 atau hilang 6. Allen Marbun 7 menjadi 3 atau hilang 4 suara. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.757 suara, naik menjadi 1.876 suara atau terdongkrak sebanyak 119 suara.

11. Desa Pulo Dogom
Sebelumnya pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 74 suara, berkurang menjadi 31 suara atau hilang 43 suara. Demikian juga caleg Rambe Kamarul Zaman yang sebelumnya memperoleh 46 suara, berkurang menjadi 26 suara atau hilang 21 suara, caleg Syahrul Pasaribu dari 41 suara, berkurang menjadi 3 atau hilang 38 suara. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.670 suara, naik menjadi 1.808 suara atau mengalami penambahan 138 suara.

BACA JUGA: Tim Hukum Nasional AMIN Sumut Laporkan Dugaan Kecurangan Aplikasi Sirekap

12. Londut
Pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 61 suara, berkurang menjadi 16 suara atau hilang 45 suara. Caleg Rambe Kamarul Zaman dari 7 berkurang menjadi 4 suara atau hilang 3 suara, caleg Syahrul Pasaribu yang sebelumnya memperoleh 7 suara, berkurang menjadi 1 suara atau hilang 6 suara dan caleg Wilda dari 5 suara, bahkan berkurang menjadi 0 suara atau hilang suara semuanya. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.109 suara, naik menjadi 1.186 suara atau bertambah 77 suara.

13. Kuala Beringin
Demikian juga pada lembar C-1 perolehan suara Partai Golkar tercatat 68 suara, berkurang menjadi 41 suara atau hilang 27 suara. Celeg Rambe Kamarul Zaman yang sebelumnya memperoleh 112 suara, berkurang menjadi 70 suara atau hilang 42 suara dan caleg Syahrul Pasaribu dari 14 suara, berkurang menjadi 8 suara atau hilang 6 suara. Caleg DPR RI Partai Golkar Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 1.372 menjadi 1.460 atau bertambah 88 suara.

“Sehingga, total suara Partai Golkar di Kecamatan Kualuh Hulu pada lembaran C-1 sebanyak 743 suara, berkurang menjadi 301 atau hilang 442 suara,” papar Hasibuan.

BACA JUGA: Relawan AMIN di Medan Desak Bawaslu Sumut Serius Ungkap Kecurangan Pemilu 2024

Sedangkan total keseluruhan perolehan suara caleg yang diduga diutak-atik dari caleg Rambe Kamarul Zaman dari 309 suara, berkurang menjadi 181 atau hilang 128 suara, Syahrul Pasaribu dari 171 suara, berkurang menjadi 67 atau hilang 104 suara, Idealisman Dhaci yang sebelumnya memperoleh 80 suara, kurang menjadi 39 suara atau berkurang 41 suara, caleg Allen Marbun yang sebelumnya 78 suara, berkurang menjadi 28 uara atau hilang 50 suara.

“Caleg Golkar lainnya yang turut bertarung di Dapil Sumut 2 mengalami kehilangan suara, sedangkan caleg Golkar DPR RI Trinovi Khairani, justru mengalami penambahan suara dari sebelumnya 15.736 suara, naik menjadi 16.732 atau bertambah 996 suara dari hasil C-1 ke lembar D Hasil di tingkat Kecamatan,” papar Hasibuan.

Lembaga Pemantau Nasional Pemilu 2024 Indonesia Youth Epicentrum juga menemukan indikasi pencurian suara Partai Golkar di Kecamatan Kualuh hilir, dari perolehan 442 suara, berkurang menjadi 81 suara atau hilang 361 suara. Sedangkan perolehan suara caleg Golkar DPR RI Trinovi Khairani yang sebelumnya hanya 5.705 suara, naik menjadi 6.069 suara atau bertambah 364 suara.

“Dugaan penggelembungan perolehan suara Trinovi yang notabene putri kandung mantan Bupati Labura yang juga saudara kandung perempuan Bupati Labura ini, harus menjadi perhatian semua pihak, terutamanya Bawaslu Labura,” tegas Hasibuan.

Indonesia Youth Epicentrum menduga, jika ditelusuri, tidak tertutup kemungkinan praktik serupa juga terjadi di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Labura. (KSC)

Pos terkait