Relawan AMIN di Medan Desak Bawaslu Sumut Serius Ungkap Kecurangan Pemilu 2024

Relawan AMIN di Medan Desak Bawaslu Sumut Serius Ungkap Kecurangan Pemilu 2024
Massa aksi relawan pasangan AMIN membawa poster di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik, Medan, mendesak Bawaslu Sumut mengungkap dugaan kecurangan Pemilu 2025, Rabu (21/2/2024). (FOTO: Ist)

MEDAN | kliksumut.com – Relawan pasangan Anies Rasyid Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) mendesak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut), serius mengusut berbagai kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024.

Desakan tersebut diserukan massa saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik, Medan, Rabu (21/2/2024).

Koordinator aksi, M. Saifin Hasibuan mengatakan, dugaan kecurangan terjadi secara merata di TPS yang tersebar di Sumut, sebagian disinyalir dilakukan oleh oknum KPPS yang seharusnya berlaku jujur dan adil, sesuai sumpah dan jabatannya sebagai penyelengara Pemilu.

BACA JUGA: Pemilihan Suara Ulang Digelar di 17 TPS di Sumut Hari Ini

“Itu terbukti dengan membiarkan masyarakat melakukan penjoblosan lebih dari satu kali,” sebut Hasibuan.

Bacaan Lainnya

Petugas KPPS juga disinyalir melakukan kecurangan dalam upload data Sirekap yang tidak sesuai dengan hasil penghitungan suara lembar C-1, untuk kepentingan capres – cawapres tertentu.

“Kami mendesak Bawaslu Sumut, harus berani mengungkapkan fakta sebenarnya,” sebut Hasibuan.

Hasibuan juga menegaskan, pihaknya akan terus mendukung tim hukum pasangan AMIN Sumut, dalam berjuang mengungkap temuan kecurangan Pemilu 2024 yang dinilai dilakukan secara sistemastis, terstruktur dan massif.

BACA JUGA: Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Dua TPS di Labura

“Data itu sudah ada di tangan tim kuasa. Kita akan mengawal kuasa hukum AMIN,” ujar Hasibuan.

Setelah melakukan orasi beberapa saat, Ketua Bawaslu Sumut M Aswin Diapari Lubis menemui massa aksi.

Kepada pengunjuk rasa, Aswin mengatakan, pihak telah menerima sejumlah laporan dugaan kecurangan Pemilu 2024.

“Pada prinsifnya, Bawaslu menerima setiap laporan yang masuk. Dari bukti-bukti yang ada, kami akan menindaklanjuti temuan itu,” sebut Aswin.

Usai diterima Ketua Bawaslu Sumut, massa aksi kemudian membubarkan diri. (Fik/Redaksi)

Pos terkait