Koreksi Tajam Setelah Kenaikan Tajam, Investor Pantau Ketegangan Perdagangan Global
KLIKSUMUT.COM – Setelah melambung tinggi pada awal pekan, harga emas dunia akhirnya terperosok tajam pada perdagangan Selasa (3/6/2025), seiring dengan penguatan signifikan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketidakpastian global. Pasar kini menanti dengan cemas potensi pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di tengah memanasnya tensi perdagangan.
Pada perdagangan Selasa, harga emas dunia di pasar spot merosot 0,80% menjadi US$3.351,98 per troy ons, berbanding terbalik dengan kenaikan hampir 3% sehari sebelumnya. Pelemahan ini menandai koreksi tajam setelah menyentuh level tertinggi dalam hampir empat minggu terakhir.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Terbang Tertinggi dalam 3 Minggu, Tembus Rp1,94 Juta per Gram!
Namun, pada Rabu pagi (4/6/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas dunia sedikit bangkit, menguat 0,17% ke level US$3.357,90 per troy ons, menandakan perlawanan pasar terhadap tekanan dolar.
Dolar AS Menguat, Tekan Harga Emas Global
Indeks dolar AS melonjak 0,53% ke level 99,22 pada Selasa, setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Penguatan mata uang ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, sehingga menekan permintaan logam mulia tersebut.
“Kita tengah memasuki periode kelesuan musim panas, sehingga wajar jika pasar emas terlihat mengalami konsolidasi menyamping,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Investor Waspada Menjelang Pembicaraan Trump-Xi
Pasar global kini dipenuhi ketidakpastian, terutama menjelang kemungkinan panggilan telepon antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pekan ini. Ketegangan meningkat setelah Trump menuduh China melanggar kesepakatan terkait pencabutan tarif perdagangan.
Sementara itu, Komisi Eropa menyatakan akan mendorong pengurangan tarif dari AS, meskipun Presiden Trump justru mengusulkan penggandaan tarif bea masuk untuk baja dan aluminium. Washington bahkan memberikan tenggat hingga Rabu kepada mitra dagangnya untuk mengajukan proposal revisi demi mempercepat pembicaraan.
Fokus Pasar Beralih ke The Fed dan Data Ekonomi AS
Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menantikan data penggajian nonpertanian (non-farm payroll) AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Data tenaga kerja tersebut, bersama dengan serangkaian pernyataan pejabat The Federal Reserve, diharapkan memberikan sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan.
Data terbaru pada Selasa menunjukkan adanya peningkatan jumlah lowongan pekerjaan di bulan April, tetapi juga terdapat peningkatan PHK, menandakan potensi pelemahan pasar tenaga kerja AS.
BACA JUGA: Harga Emas Dunia Kembali Tertekan, Pasar Tunggu Kepastian Tarif dan Suku Bunga AS
“Saya yakin The Fed siap memangkas suku bunga lagi, tetapi kemungkinan besar baru terjadi pada September. Ini bisa menjadi faktor yang melemahkan dolar dan mendukung harga emas dalam jangka menengah,” tambah Meger.
Harga Emas Masih Kuat dalam Tren Tahunan
Meskipun koreksi terjadi, emas tetap menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025 dengan kenaikan sekitar 28%. Emas tetap menjadi aset safe haven utama di tengah kondisi suku bunga rendah, ketidakpastian geopolitik, dan ketegangan dagang global. (KSC)







