MEDAN | kliksumut.com – Dalam pelaksanaan latihan gabungan perdana para Ju Jitsan yang berada disetiap Dojo dibawah naungan Ju Jitsu Fighter Sumut (JFS). Terlaksana dengan baik dan antusias Ju Jitsan semakin bertambah. Apalagi Guru Besarnya dan pelatih mendalat sertifikat kesetaraan dari Nicaraguan.

Guru Besar JFS Andi P Kusno mengatakan, pemberian sertifikat ini sudah ada 2 bulan yang lalu tepat 19 Juli 2019. Dengan ada pemberian “Certificate Of Apprecition dan Of Rank” dari Nicaraguan ini. Tentunya ini menjadi motivasi kami dari Pengurus JFS agar bisa terus mengembangkan olahraga bela diri Ju Jitsu diIndonesia khususnya diSumatera Utara. Minggu 15 September 2019, saat ditemui diselah-selah acara pelatihan gabungan antar Dojo JFS, yang berlangsung di halaman kantor PDAM Tirtanadi.
Menurutnya, Dengan ada pemberian certificat dari Nicaraguan ini juga memotivasi kami, untuk terus menjaga kualitas dan bila perlu menambahnya. “Dan tidak hanya puas mendapatkan certificat dari 1 negara saja. Bila perlu ada beberapa negara lagi memberikan certificat kepada kami” harap Andi P Kusno DAN 6 didampingi DAN 6 Syaiful Bahri Ketua Tim Pelatih JFS, DAN 5 M.Abdi Ridho Bendahara JFS dan para pelatih lainnya Windu, Hafiz, Wandi
DAN 6 Syaiful Bahri Ketua tim pelatih JFS mengatakan, akan melatih para Ju Jitsan sebaik mungkin. Dan akan menjadikan mereka (Ju Jitsan) menjadi Juara Ju Jitsu seperti saya dulu. “Menjadi sang Juara juga tidak gampang dibutuhkan latihan yang serius. Dan konsentrasi yang tinggi dan lebih bagus lagi jika ada didukung dari orang tua Ju Jitsan. Maka para Ju Jitsan pasti akan bisa menjadi sang Juara” harapannya.
Lanjutnya, bagaimana para Ju Jitsan bisa jadi sang juara kalau latihan aja gak serius dan jarang datang. Untuk itu, diharapkan para Ju Jitsan juga harus berlatih sungguh-sungguh jika ingin sang juara. “Namun, jika ingin menambah ilmu beladiri Ju Jitsu saja pun gak papa. Karena bertujuan juga untuk menjaga diri kita dari serangan orang-orang yang ingin menghajar kita” terangnya.
Sementara itu, Alian Napiah Siregar salah seorang Pengurus JFS untuk Dojo Meher Palace mengatakan, kenapa kami mau mendirikan Dojo dikomplek ini, karena sudah tahu bahwa JFS ini akan mendapatkan certificat internasional dari negara luar. Seminggu sebelum penerimaan, maka kami bentuk Dojo Meher Palace dibantu para orang tua Ju Jitsan. “Selain itu, juga kami mau anak-anak kami yang menjadi Ju Jitsan jadi orang pemberani, kuat, tangguh dan siap apa saja yang diminta lawan. Kami tidak cari lawan, kami mau berteman” ujarnya.
Ditambahkannya, masalah keinginan menjadi sang Juara bukan keinginan kami para orang tua Ju Jitsan. Anak kami jadi orang yang punya talenta menjaga diri dan bertahan serta menyerang saja sudah cukup. “Tapi, jika memang anak kami bisa jadi sang Juara boleh juga dan kamipun bangga. Orang tua mana yang anaknya gak mau jadi sang juara” terangnya.
Harapannya, Insya Allah JFS dibawah kepemimpinan pengurus yang sekarang dan yang akan datang pasti terus berkembang.(Aswita Sari)








