KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Band lokal Grass Park kembali menarik perhatian publik setelah mereka mengguncang panggung besar Monora Fest pada 25 Oktober 2025. Penampilan tersebut memperkuat posisi mereka sebagai pengusung genre Midwest Emo, sebuah subgenre yang masih jarang berkembang di Medan.
Sejak awal 2025, band ini terus bekerja keras memperkenalkan karakter musik mereka kepada penikmat musik lokal.
Kesempatan Besar dari Pre Event Monora Fest
Monora Fest tahun ini menghadirkan line-up besar seperti Naykilla, Tenxi, Jemsii, Perunggu, dan Negatifa. Grass Park berhasil masuk dalam daftar pengisi acara setelah panitia menawarkan mereka untuk tampil di Pre Event Monora Fest. Tawaran itu diterima langsung oleh drummer, Jhony Wijaya, melalui panggilan telepon.
BACA JUGA: Wayang, Band Legendaris Asal Bekasi yang Tetap Eksis di Dunia Musik Indonesia
Grass Park menyambut kesempatan tersebut dengan antusias karena mereka menilai panggung ini sebagai langkah penting untuk mengembangkan potensi band.
Meski Monora Fest menjadi panggung besar pertama bagi mereka, Raisya Aqila (vokal), Denis Alviano (gitar), Hoki Said (bass), dan Jhony Wijaya (drum) menunjukkan penampilan lepas tanpa rasa gugup. Mereka menghidupkan suasana festival melalui enam single dari Extended Play (EP) mereka yang berjudul Fleeting Moment.
Harapan, Ambisi, dan Target Lebih Besar
Setelah penampilan yang memukau, para personel menyampaikan harapan besar atas perkembangan band ke depan. Bassist Hoki Said berharap Grass Park semakin dikenal oleh penikmat musik di Medan.
BACA JUGA: Geisha: Perjalanan Panjang dari Pekanbaru Menuju Puncak Musik Indonesia
“Semoga setelah event ini nama kami lebih dikenal oleh penikmat musik di Medan, dan semoga menaikkan popularitas kami sebagai band dan saya merasa sangat senang karena bisa main di monora fest ini,” ujar Hoki.
Vokalis Raisya Aqila menambahkan harapan agar karya Grass Park memberikan dampak positif bagi para pendengar.
”Semoga Grass Park makin sukses dan semoga para audiens bisa membawa kesan dan pengalaman positif, yang Grass Park coba sampaikan. Dan semoga lagu yang Grass Park bawakan, bisa menjadi jawaban atas keresahan para penonton yang hadir,” ucap Raisya.
BACA JUGA: Noah: Dari Peterpan Hingga Jadi Legenda Musik Indonesia
Setelah sukses di Monora Fest, Grass Park menargetkan jangkauan yang lebih luas. Mereka ingin populer, tidak hanya di Medan, tetapi juga secara nasional hingga tingkat Asia. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, mereka berencana masuk ke media arus utama seperti radio, koran, dan televisi. Bahkan, mereka bercita-cita mengadakan tur di Pulau Jawa.
Grass Park kini membuktikan bahwa konsistensi dalam membawa genre baru dapat membuka pintu menuju panggung yang lebih besar, menandai babak baru perjalanan mereka di industri musik. (KSC)





