Micah Richards Sebut Derby Manchester Jadi Hari Buruk Wasit, Soroti Kontroversi Haaland dan Foden

Micah Richards Sebut Derby Manchester Jadi Hari Buruk Wasit, Soroti Kontroversi Haaland dan Foden
Erling Haaland merayakan gol dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 13 September 2026. (Foto oleh Paul ELLIS / AFP)

KLIKSUMUT.COM | MANCHESTER – Derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City pada pekan keempat Liga Inggris 2026-2027 menyisakan kontroversi. Mantan bek Manchester City dan Timnas Inggris, Micah Richards, bahkan menyebut pertandingan tersebut seperti menjadi hari yang buruk bagi para wasit.

Manchester City berhasil menaklukkan Manchester United pada Derby Manchester edisi ke-199 yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Minggu (13/9/2026).

The Citizens mengamankan kemenangan tipis berkat gol Erling Haaland pada menit ke-60. Namun, proses lahirnya gol tersebut sempat mengundang perdebatan karena keputusan wasit di lapangan dan VAR.

Gol Haaland awalnya dianulir karena dianggap berada dalam posisi offside. Namun, setelah dilakukan tinjauan VAR, keputusan tersebut dibatalkan dan gol Manchester City disahkan.

Kontroversi tersebut menjadi sorotan setelah badan wasit profesional Inggris, Pro Ref, menilai VAR seharusnya merekomendasikan pemeriksaan langsung melalui monitor di sisi lapangan terkait gol Haaland.

BACA JUGA: Spanyol Singkirkan Portugal, Gol Dramatis Mikel Merino di Menit 90+1 Antar La Roja ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kartu Merah Phil Foden Ikut Diperdebatkan

Bukan hanya gol Haaland yang menjadi perbincangan. Keputusan wasit Michael Oliver memberikan kartu merah langsung kepada Phil Foden juga menuai sorotan.

Foden terlibat pertikaian dengan kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Keputusan tersebut dinilai Richards sebagai salah satu keputusan penting yang kurang tepat dalam pertandingan.

Bacaan Lainnya

Richards menilai keputusan wasit terhadap Foden setelah 23 menit pertandingan berjalan merupakan sebuah kesalahan.

“Menurut saya, keputusan terkait Phil Foden setelah 23 menit itu keliru, begitu pula dengan keputusan satu ini,” ujar Richards seperti dilansir ESPN.

Ia juga mempertanyakan penilaian terhadap situasi perebutan bola yang melibatkan Enzo Fernández.

“Bagaimana bisa dibilang Enzo Fernández tidak melakukan upaya perebutan bola. Tentu saja dia melakukannya,” katanya.

Menurut Richards, sebagai seorang mantan pemain bertahan, gerakan kecil seorang pemain dalam situasi perebutan bola bisa sangat menentukan.

“Saya pernah berada di posisi itu sebagai bek; gerakan sekecil apa pun bisa menjadi penentu apakah seseorang akan mengejar bola atau tidak. Tentu saja hal itu memengaruhinya,” tutur Richards.

Micah Richards Tetap Puji Mentalitas Manchester City

Meski mengkritik sejumlah keputusan wasit, Richards tidak mengurangi apresiasinya terhadap penampilan Manchester City.

Menurutnya, kemenangan tersebut justru menunjukkan karakter kuat The Citizens karena mampu bertahan dan mengamankan kemenangan meski harus bermain dengan 10 pemain.

“Menurut saya keputusan mereka benar-benar keliru, namun hal itu tidak mengurangi kualitas penampilan City. Bertahan begitu lama dengan 10 pemain sungguh luar biasa,” kata Richards.

Ia menilai Manchester City mampu memperlihatkan mentalitas kuat dalam pertandingan yang sarat tekanan tersebut.

“Kita bisa bicara soal daya juang, soal semangat, manajer baru, laga derbi pertama—seperti apa hasilnya? Mereka benar-benar menunjukkan jati diri mereka yang sesungguhnya,” tambahnya.

BACA JUGA: Prediksi Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026: Abdul Satar Siahaan Jagokan Les Bleus Menang Tipis 2-1

Roy Keane Nilai Manchester City Lebih Cerdik

Pandangan serupa disampaikan mantan kapten Manchester United, Roy Keane. Legenda Setan Merah tersebut menilai Manchester City tampil lebih baik dan lebih cerdik dibandingkan Manchester United.

Keane melihat Manchester City mampu membaca situasi pertandingan dengan lebih baik, terutama setelah harus bermain dengan 10 pemain.

“City bermain lebih cerdas dibandingkan United. Saat City harus bermain dengan 10 orang, para pemain United mungkin mulai berpikir terlalu rumit,” ujar Keane.

Menurutnya, Manchester United seharusnya bermain lebih sederhana dan tidak membuat situasi menjadi rumit.

“Sekali lagi, mainlah dengan sederhana dan lakukan hal-hal sederhana itu dengan benar. City jelas lebih cerdik dan paham situasi lapangan,” tambahnya.

Kemenangan dalam Derby Manchester 2026 tersebut menjadi modal penting bagi Manchester City sekaligus pukulan bagi Manchester United. Di sisi lain, kontroversi keputusan wasit terkait gol Haaland dan kartu merah Phil Foden diprediksi masih akan menjadi bahan perdebatan setelah laga berakhir. (KSC)

Pos terkait