KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Laga Prancis vs Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sengit meski Les Bleus lebih diunggulkan di atas kertas. Pengamat sepak bola nasional Abdul Satar Siahaan menilai pertandingan ini tetap menyimpan potensi kejutan mengingat fase gugur selalu menghadirkan tekanan yang berbeda dibandingkan penyisihan grup.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di New Jersey Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Duel ini menjadi laga hidup-mati karena tim yang kalah dipastikan tersingkir, sedangkan pemenang melangkah ke babak 16 besar.
Menurut Abdul Satar Siahaan, Prancis datang dengan modal yang sangat meyakinkan setelah menyapu bersih tiga laga fase grup dan mencetak 10 gol. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi permainan tim asuhan Didier Deschamps di semua lini.
“Prancis tampil sangat meyakinkan di fase grup. Mereka memiliki keseimbangan antara lini depan, lini tengah, dan pertahanan. Namun, di fase gugur, tim unggulan tetap harus waspada karena satu kesalahan kecil bisa mengubah hasil pertandingan,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Di sisi lain, Swedia memang hanya lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Meski demikian, Abdul Satar mengingatkan bahwa tim besutan Graham Potter memiliki kemampuan mengejutkan lawan melalui skema serangan balik yang cepat.
“Swedia memang sempat kalah telak dari Belanda, tetapi mereka tetap memiliki kualitas. Serangan balik mereka sangat berbahaya apabila Prancis terlalu berani memainkan garis pertahanan tinggi,” katanya.
Abdul Satar menilai kekuatan terbesar Prancis berada pada kualitas individu para pemain depan yang mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi.
Kolaborasi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise dinilai menjadi senjata utama Les Bleus dalam membongkar pertahanan lawan.
Selain itu, kokohnya lini belakang yang dikawal William Saliba membuat Prancis hanya kebobolan dua gol sepanjang fase grup.
Namun, ia menilai absennya Marcus Thuram akibat cedera otot sedikit mengurangi variasi serangan Prancis, terutama dalam duel udara dan permainan fisik di kotak penalti.
Sementara itu, kekuatan utama Swedia terletak pada trio penyerangnya, yakni Viktor Gyokeres, Alexander Isak, dan Anthony Elanga.
Menurut Abdul Satar, ketiga pemain tersebut memiliki kecepatan dan kemampuan memanfaatkan ruang kosong sehingga sangat efektif saat melancarkan serangan balik.
Meski demikian, ia menilai kelemahan terbesar Swedia tetap berada di sektor pertahanan.
“Pertahanan Swedia masih menjadi titik lemah. Mereka sempat kebobolan lima gol dari Belanda dan juga kesulitan ketika terus mendapat tekanan. Jika Prancis mampu menyerang sejak awal, lini belakang Swedia akan bekerja sangat berat,” jelasnya.
Abdul Satar memprediksi terdapat dua duel penting yang akan menentukan jalannya pertandingan.
Yang pertama adalah pertarungan Kylian Mbappe menghadapi kapten pertahanan Swedia Victor Lindelof.
“Lindelof harus mampu membatasi ruang gerak Mbappe. Jika Mbappe diberi ruang sedikit saja, ia bisa menjadi pembeda dalam pertandingan ini,” katanya.
Sementara duel kedua mempertemukan Viktor Gyokeres dengan bek tengah Prancis William Saliba.
Menurutnya, pertarungan tersebut bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan membaca permainan dan mental bertanding.
Abdul Satar memperkirakan Prancis akan langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan.
Les Bleus diprediksi menguasai penguasaan bola melalui formasi 4-2-3-1 dengan Adrien Rabiot sebagai pengatur tempo permainan, sementara serangan akan dibangun melalui kecepatan Dembele dan Mbappe dari kedua sisi lapangan.
Sebaliknya, Swedia diperkirakan tampil dengan formasi 3-4-1-2 atau 3-5-2.
Graham Potter diyakini akan menginstruksikan anak asuhnya bertahan rapat dengan blok pertahanan rendah sebelum melancarkan serangan langsung kepada Viktor Gyokeres yang akan membuka ruang bagi Alexander Isak.
BACA JUGA: Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti Dramatis, Tantang Kanada di 16 Besar Piala Dunia 2026
“Gol pertama akan menjadi penentu. Jika Prancis mampu mencetak gol lebih awal, pertandingan bisa berakhir dengan selisih lebih dari satu gol. Tetapi apabila Swedia mampu bertahan hingga babak pertama tanpa kebobolan, tekanan justru akan berpindah ke Prancis dan peluang serangan balik Swedia akan semakin besar,” ungkap Abdul Satar.
Meski mengakui Swedia berpotensi memberikan perlawanan sengit, Abdul Satar Siahaan tetap menjagokan Prancis melangkah ke babak 16 besar.
Prediksi skor akhir versi Abdul Satar Siahaan: Prancis 2-1 Swedia. (KSC)








