Geger! 571 Ribu Penerima Bansos Diduga Main Judi Online, Gus Ipul: Akan Dicoret!

Geger! 571 Ribu Penerima Bansos Diduga Main Judi Online, Gus Ipul: Akan Dicoret!
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin. (kliksumut.com/ist)

Menko PM Cak Imin laporkan temuan mengejutkan soal penerima bansos yang bermain judi online dalam ratas bersama Presiden Prabowo. Total deposit hampir Rp1 triliun!

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah diguncang temuan mengejutkan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebanyak 571.410 penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi bermain judi online (judol) dengan total deposit fantastis, nyaris Rp1 triliun!

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, dalam rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video pada Sabtu (12/7/2025).

“Soal judi online kita diskusikan, kita carikan solusi-solusi, termasuk sanksi,” ujar Cak Imin dalam pernyataan pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu malam (13/7/2025).

BACA JUGA: Heboh! PPATK Bekukan 10 Juta Rekening Bansos Salah Sasaran, Total Dana Lebih dari Rp2 Triliun

Ratas Khusus dengan 7 Menko Bahas Judi Online hingga Sekolah Rakyat

Rapat terbatas tersebut juga dihadiri oleh tujuh menteri koordinator, yaitu:
* Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
* Menko Polhukam: Budi Gunawan
* Menko Pangan: Zulkifli Hasan
* Menko Infrastruktur: Agus Harimurti Yudhoyono
* Menko PMK: Pratikno
* Menko Hukum dan HAM: Yusril Ihza Mahendra

Selain isu judol, rapat membahas sejumlah program prioritas nasional seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, bansos, serta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

“Presiden menekankan, meskipun beliau sedang kunjungan kerja di Eropa, para menteri diminta tetap bekerja serius,” tegas Cak Imin.

Gus Ipul Tegas: Penerima Bansos yang Main Judol Akan Dicoret!

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan langkah tegas terhadap penerima bansos yang terbukti menggunakan dana untuk berjudi online.

“Kalau memang terbukti mereka main judol dan sengaja gunakan bansos untuk itu, maka akan kami coret dari daftar penerima,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Menurutnya, bansos yang disalahgunakan akan dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Namun, Kemensos masih akan memverifikasi data NIK yang dilaporkan PPATK.

“Ada kemungkinan NIK disalahgunakan oleh pihak lain, jadi kami akan cek secara menyeluruh. Ini cukup mengejutkan dan menjadi bahan evaluasi untuk penyaluran triwulan ketiga,” tambahnya.

Data Mengejutkan PPATK: Total Deposit Hampir Rp1 Triliun

Sebelumnya, PPATK menyampaikan bahwa sebanyak 9,7 juta NIK terdeteksi bermain judi online. Dari jumlah itu, 571.410 NIK diketahui merupakan penerima bansos tahun 2024.

Yang lebih mencengangkan, total dana yang didepositokan untuk judi online oleh para penerima bansos itu mencapai Rp957 miliar, mendekati angka Rp1 triliun.

Pemerintah Diminta Bertindak Tegas, Netizen Geram

Temuan ini sontak memancing kemarahan publik. Banyak warganet di media sosial meminta pemerintah menindak tegas pelaku penyalahgunaan dana bansos.

BACA JUGA: Update Pencairan Bansos BPNT 2025: Cek Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Mengeceknya

“Bansos itu uang rakyat, bukan modal buat main slot,” tulis seorang pengguna X (Twitter).

Di sisi lain, para pengamat kebijakan sosial menilai bahwa verifikasi dan pemutakhiran data bansos harus lebih ketat, termasuk sinkronisasi dengan data perbankan dan digital finance.

Reformasi Bansos dan Literasi Digital Mendesak Dilakukan

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa bantuan sosial yang semestinya meringankan beban hidup rakyat justru bisa disalahgunakan jika tidak ada pengawasan yang memadai.

Pemerintah perlu mendorong reformasi sistem penyaluran bansos yang lebih transparan, akuntabel, serta berbasis data real-time. Selain itu, literasi digital dan keuangan masyarakat miskin juga harus ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan semacam ini ke depan. (KSC)

Pos terkait