FISPRA UDA Tingkatkan Literasi Media di Dinas Kesehatan Siantar

FISPRA UDA Tingkatkan Literasi Media di Dinas Kesehatan Siantar
LITERASI MEDIA: Dosen FISPRA UDA melakukan PKM di Dinkes Kota Siantar, membahas literasi media untuk meningkatkan pelayanan publik. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | SIANTAR ~ Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Sastra (FISPRA) Universitas Darma Agung (UDA) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematang Siantar, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi FISPRA dengan topik “Literasi Media dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Dinkes Kota Siantar.”

PKM tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Siantar, Anna Rosita Saragih, SKM, MKM. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah dosen FISPRA, antara lain Dr. Prietsaweny RT Simamora, M.Si, Dr. Elok Perwirawati, M.I.Kom, Helen Vanhurk Sriwati, Ningsih Sitorus, M.Si, Emmelia A. Ginting, S.Sos., M.I.Kom, Doli Tua Mulia Raja Panjaitan, S.AP, M.IP, dan Pangeran Teguh Anugrah, M.IP.

BACA JUGA: Mensesneg Apresiasi Peran Media Mainstream dalam Menangkal Hoaks dan Disinformasi

Pentingnya Literasi Sosial dalam Pelayanan Publik

Dalam paparannya, Dr. Prietsaweny RT Simamora menekankan pentingnya literasi sosial bagi aparat dalam pelayanan publik. Menurut Dr. Priet, kemampuan ini membantu aparat memahami, menafsirkan, dan merespons berbagai masalah sosial serta karakteristik masyarakat secara inklusif.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan kompetensi inti untuk menciptakan layanan yang manusiawi, empati, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang beragam,” kata Dr. Priet.

Dr. Priet menyoroti beberapa poin penting literasi sosial dalam pelayanan publik, antara lain:

  1. Meningkatkan Empati dan Responsivitas: Aparat yang memiliki literasi sosial bersikap ramah, empati, dan responsif terhadap keluhan masyarakat, sehingga pengalaman pengguna dan kepercayaan publik meningkat.
  2. Mewujudkan Pelayanan Inklusif dan Toleran: Literasi sosial-budaya mendorong sikap toleransi dan perilaku inklusif, memastikan semua kelompok masyarakat mendapatkan pelayanan setara tanpa diskriminasi.
  3. Memahami Masalah Sosial Secara Mendalam: Literasi sosial memungkinkan aparat menafsirkan akar masalah yang dihadapi masyarakat sehingga solusi pelayanan menjadi solutif, bukan sekadar administratif.
  4. Meningkatkan Komunikasi Efektif: Keterampilan sosial mempermudah interaksi antara aparat dan masyarakat, mengurangi kesalahpahaman, dan meningkatkan efisiensi pelayanan.
  5. Membangun Budaya Kerja Beretika: Literasi sosial membantu aparat menerapkan etika tinggi, mencegah penyalahgunaan wewenang, dan memastikan pelayanan berjalan jujur serta transparan.


BACA JUGA: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BSI Aceh Perkuat Sinergi dengan Jurnalis

Literasi Digital Jadi Pendamping Literasi Sosial

Senada dengan Dr. Priet, Dr. Elok Perwirawati menjelaskan bahwa literasi digital kini menjadi pendamping literasi sosial. Aparat dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk berinteraksi dengan masyarakat secara positif dan bijak.

Kegiatan PKM di Dinkes Kota Siantar ini juga diikuti oleh sejumlah staf dan ASN di lingkungan Dinkes Kota Siantar. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi dan simulasi penerapan literasi sosial dan digital dalam pelayanan publik. (KSC)

Pos terkait