“Explore Perlis” Potensi Eco dan Agro Tourism lewat Webinar Rindu Malaysia

"Explore Perlis" Potensi Eco dan Agro Tourism lewat Webinar Rindu Malaysia
Tourism Malaysia Medan kembali hadir dengan Rindu Malaysia Webinar Series

Perlis sendiri merupakan negeri paling kecil di Malaysia. Perlis terkenal sebagai destinasi wisata perbatasan dua negara antara Malaysia dan Thailand menjadi tempat bercampurnya budaya Malaysia dan Thailand.

Perlis terletak di bagian utara pantai barat Semenanjung Malaysia dan berbatasan dengan Provinsi Satun dan Songkhla di Thailand di sebelah utara dan berbatasan dengan negara bagian Kedah di selatan.

Perlis memiliki populasi sebanyak 254,400 jiwa pada 2019. Jumlah ini setara dengan 2% dari penduduk Sumatera Utara. Luas wilayah Perlis hanya sebesar 819 kilometer persegi, setara dengan 1.12% luas wilayah Sumatera Utara.

Di Perlis terdapat berbagai jenis makanan termasuklah mangga harum manis yang menjadi pujaan orang ramai.

Perlis mempunyai pusat penyelidikan dan penternakan ular yang terkenal di Sungai Batu Pahat. Taman Negeri Perlis, dan Gua Kelam adalah salah satu daya tarik pariwisata yang populer.

Perlis kini mempunyai sebuah pulau di perairannya, Pulau Batu Layang berhampiran dengan Perlis Power Plant, Kuala Sungai Bharu.

Perlis berpotensi menjadi salah satu destinasi ekowisata di Malaysia. Industri ekowisata Perlis menekankan pada keindahan alam.

Keindahan hutan rekreasi, dan daya tarikan gua yang nyata digabungkan untuk menyediakan destinasi ekowisata yang berjaya menawan pemandangan.

Dengan pesona pedesaan seperti keindahan hutan dan gua yang belum tersentuh atau sawah hijau, Perlis dapat menjadi daya tarik yang sangat besar bagi penduduk setempat dan juga wisatawan asing.

BACA JUGA: Oposisi Menentang Penutupan Parlemen Malaysia, Polisi Blokir Demo

Beberapa produk ekowisata Perlis yaitu  Taman Negeri Perlis (Perlis State Park), Bukit Ayer Recreational Forest, Bukit Kubu Recreational Forest, Gua Kelam Recreational Park, Tasik Melati Recreational Park, Bukit Keteri, dan Pintu Wang Gunung yang terletak di Banjaran Nakawan yang dipercayai berusia lebih dari 450 juta tahun. 

Selain ecotourism, Perlis juga sedang mengembangkan agrotourism. Konsep agrotourism Perlis adalah pengembangan langsung pertanian, yang mendorong para pengunjung untuk mendalami kehidupan memancing dan pertanian.

Perlis memiliki ladang super fruit terbesar di Asia Tenggara, yang menanam buah ara, buah gac, lemon, buah markisa, dan masih banyak lagi.

Dengan tagline ‘Pesona Perlis’ dan ‘Perlis permai lagi mempesona’, berharap Perlis menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi oleh wisatawan dari Indonesia saat pandemi ini berakhir.

Kuala Perlis juga merupakan pintu masuk ke Langkawi. Perjalanan dengan ferry mengambil masa 45 menit sampai 1 jam dalam kadar harga sekitar RM18.00 atau setara dengan Rp61.000. (swisma)

Pos terkait