Eka Putra Zakran: Kegiatan Mubaligh dan Sekolah Politik IMM Miliki Nilai Positif



Dalam ceramahnya Epza menjelaskan bahwa politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu polis atau Kota. Kemudian Politik perrama kali menjadi kajian dalam buku yang ditulis oleh Filosof Aristoteles dalam buiunya yang berjudul Politika, yaitu Urusan Kota. Lalu kemudian Aristoteles mempopulerkan pendapatnya yang terkenal, yaitu Zoon Politikon, artinya manusia adalah mahluk sosial, mahluk yang berinteraksi antara satu dengan lainnya.

Sedangkan Milenial menurut Epza adalah kelompok pemilih dan pelaku politik yang lahir antara era 1980-an, pertengan 1990-an dan akhir 2000-an. Nah kelompok ini sekarang menjadi segmen politik yang sangat diharapkan peran sertanya dalam hal menentukan arah dan kebijakan politik. Artinya ada kecendrungan baru, bahwa urusan politik bukan lagi sebatas urusan kelompok tua, tapi sudah menjadi domainnya anak muda atau milenial.

Lanjut Epza, banyak tokoh milenial saat ini sukses dalam pemerintahan, sebut saja misalnya M. Syahrial, SH alumni Fakultas Hukum UMSU, sukses menjadi Walikota Tanjung Balau dua periode. Di Tapteng ada Ahmad Bachtiar Sibarani, di Medan ada Bobby Nasution dan di Solo ada Gibran Rakabuming Raka atau lihat juga ketua DPRD Kabupaten Tapteng

Baca juga: Disporasu dan KONI Sumut Emban Tugas Sukseskan Tuan Rumah PON XXI/2034


Sementara itu, Jefri Maulana, Ketua Panitia Pelaksana mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kesediaan para pemateri untuk hadir memberi motovasi, terutama kepada bung Epza.

“Dari setahun yang lalu saya rancang acara ini, dan berharap agar bung Epza ikut terlibat dalam mensukseskan acara IMM ini, Alhamdulillah hari ini terjawab sudah,” tutup Jefri. (BNL)

Pos terkait