“Kami juga dalam hal administrasi tidak mau salah. Kami bahkan sampai beberapa kali mengirim perwakilan ke Jakarta karena ada pengurus yang pindah partai,” pungkasnya.
Lokot Nasution menyarankan KPUD Sumut agar maksimal menerapkan sistem yang preventif mengelola Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Jadi sistem IT yang bersifat preventif ini nantinya bisa memudahkan KPUD Sumut dalam menyelesaikan permasalahan DPT dan TPS yang selalu dikhawatirkan,” sebutnya.
BACA JUGA: Rapimnas Partai Demokrat Satu Suara, AHY Jadi Kontestan Pilpres 2024
Pada kesempatan tersebut, Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin memaparkan tahapan-tahapan Pemilu yang sedang dilaksanakan oleh KPU Sumut. Tahapan-tahapan tersebut mulai dari verifikasi parpol hingga jadwal penetapan DPT berkelanjutan hingga perekrutan panitia pemicu ad hoc pada akhir Oktober 2022 nanti.
“Kami berharap kita sama-sama mengetahui tahapan tersebut dan dapat saling berkoordinasi untuk kelancaran seluruh tahapan,” ungkapnya.
Herdensi Adnin didampingi Komisioner KPU Yulhasni turut memberikan pencerahan. “Sistem yang disampaikan kawan-kawan Demokrat Sumut tadi memang sudah seiring jalan dengan apa yang kita miliki ya. Kita sekarang itu punya Sipol (Sistem Informasi Partai Politik), Sidapil (Sistem Informasi Daerah Pemilih),” tuturnya.








