Chandra Kumala School Hidupkan Kembali Imajinasi Siswa lewat Donasi 1.000 Buku ke YP Budi Agung

Chandra Kumala School Hidupkan Kembali Imajinasi Siswa lewat Donasi 1.000 Buku ke YP Budi Agung
KATALOG BUKU: Ketua YPCA, Malahayati Holland MA yang diwakili Chatrine Pricilla saat menyerahkan katalog buku kepada pihak yayasan Perguruan Budi Agung, Drs Sandi Basuki. (foto: kliksumut.com/swisma

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Suasana di Yayasan Perguruan ( YP) Budi Agung pada Rabu (10/12/2025) itu tampak lain dan lebih hangat dari biasanya.

Rak-rak perpustakaan baru berdiri itu terlihat rapi tersusun dengan 1.000 buku yang siap menjadi bacaan para pelajar di sekolah tersebut Jalan Platina Raya Rengas Pulau Marelan, Medan

Seribu buku yang merupakan donasi dari Sekolah Chandra Kumala itu merupakan hadiah ulang tahun ke-20 yang diperuntukan sebagai bentuk dukungan literasi anak-anak di sekolah lain yang membutuhkan akses membaca.

Sumbangan 1.000 buku tersebut diserahkan Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri (YPCA), Malahayati Holland MA yang diwakili Chatrine Pricilla kepada pihak yayasan Perguruan Budi Agung, Drs Sandi Basuki.

Sehari sebelumnya, siswa Charity Club Chandra Kumala School bekerja sama dengan siswa Budi Agung menyusun semua buku ke rak-rak perpustakaan tersebut.

Tidak ada upacara resmi, hanya anak-anak dari dua sekolah yang bergotong-royong, tertawa, dan sesekali terdiam ketika menemukan buku yang membuat mereka penasaran. Hal ini menunjukkan bahwa literasi tumbuh paling kuat ketika anak-anak saling menginspirasi.

Ketua YPCA, Malahayati Holland MA dalam sambutan yang dibacakan Chatrine Pricilla itu menyampaikan pesan tentang membaca dengan menghidupkan kembali imajinasi dan masa depan.

“Bayangkan seorang anak duduk tenang dengan sebuah buku, bukan karena disuruh, tetapi karena ia tak sabar ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya,” ungkapnya

Bacaan Lainnya

Malahayati juga berbicara tentang kekhawatiran dunia modern, gawai, menurunnya kreativitas, hilangnya fokus.

Namun ia tidak menyalahkan siapa pun. Ia hanya mengingatkan bahwa membaca menawarkan sesuatu yang tidak dapat diberikan layar: keheningan, kedalaman, dan dunia batin.

Ia juga menyingkap cerita masa kecilnya. Orang tuanya bukan pembaca, tetapi mereka percaya pada kekuatan buku. Setiap Minggu, mereka mengajaknya memilih buku di toko, petualangan yang membentuk imajinasinya dan menuntunnya kepada keyakinan bahwa literasi adalah hadiah terbaik bagi anak.

BACA JUGA: Menko AHY Tinjau Posko Layanan Telekomunikasi Sumatra di Medan, Pastikan Percepatan Penanganan Darurat

“Jika perpustakaan baru ini dapat membantu satu anak saja untuk jatuh cinta pada cerita, merasa dilihat melalui sebuah buku, atau membayangkan dunia di mana naga dapat dikalahkan, itu sudah sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan selain membangun imajinasi dan bahasa, membaca juga mendukung kesehatan mental. Membaca mendorong fokus, kemampuan mengatur emosi, dan cara berpikir kreatif.

Disebutkannya, membaca mengajarkan otak untuk melambat, memasuki cerita panjang yang bertahap, dan membangun dunia batin yang dibutuhkan anak untuk tumbuh menjadi tangguh dan penuh harapan

Membaca fiksi secara khusus membantu anak berlatih menempatkan diri pada sudut pandang orang lain. Ini menumbuhkan empati, memperkuat kemampuan memecahkan masalah, dan memperluas apa yang mereka yakini mungkin untuk dicapai.

Di Chandra Kumala School, mereka percaya pada kekuatan membaca, bukan hanya utk belajar tapi lebih penting lagi untuk kesenangan dan kenikmatan.

“Bergerak menuju perayaan 20 tahun Chandra Kumala School, ingin memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk membantu membangun 20 perpustakaan baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan, tempat di mana membaca untuk kesenangan menjadi bagian alami dari keseharian, bukan sekadar dihubungkan dengan pelajaran, tugas, atau ujian.

“Berkat bantuan para siswa, dukungan klub sosial dan kemasyarakatan, para orang tua, guru, serta para pustakawan dan staf, kami senang dapat menyumbangkan 1.000 buku cerita untuk sekolah ini,” ucap Malahayati.

Lebih dari sekadar ruangan berisi buku, dia berharap perpustakaan-perpustakaan ini menjadi ruang kecil yang menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, dan kepercayaan diri.

Diketahui program ini bukan kegiatan satu hari. Sekolah Chandra Kumala berkomitmen melakukan kunjungan berkala pada 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun setelah penyerahan buku.

Semua buku akan menjadi milik perpustakaan dan tidak boleh dibawa pulang oleh guru atau staf, agar seluruh siswa memiliki akses yang adil.

BACA JUGA: Pemko Medan Perkuat Penanganan Bencana dan Mitigasi Banjir

Sementara itu pihak Yayasan Perguruan Budi Agung, Drs.Sandi Basuki menyambut baik bantuan ini dan berterima kasih atas buku-buku yang disumbangkan.

Ia berharap koleksi baru ini dapat memperkaya literasi para siswa dan membuka lebih banyak kesempatan belajar bagi mereka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi story telling interaktif oleh pustakawan Chandra Kumala School.

Anak-anak menyimak dengan antusias, aktif menjawab pertanyaan, dan pulang membawa hadiah kecil yang diberikan panitia. Sesi ini dirancang untuk menumbuhkan rasa penasaran baru terhadap buku. (KSC)

REPORTER: Swisma

Pos terkait