Cannonball Indonesia: Perjalanan Band Pop Rock Yogyakarta yang Tetap Eksis dan Relevan Hingga Kini

Cannonball Indonesia: Perjalanan Band Pop Rock Yogyakarta yang Tetap Eksis dan Relevan Hingga Kini
Cannonball (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM Cannonball Indonesia merupakan grup musik pop rock alternatif asal Yogyakarta yang dibentuk pada tahun 2006. Band ini dikenal dengan lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki karakter musik yang emosional, jujur, serta mudah diterima berbagai kalangan, khususnya ABG dan pendengar dewasa muda.

Di awal kariernya, Cannonball hadir sebagai duo yang digawangi oleh Siska Salman (finalis ajang kompetisi musik Reinkarnasi Indosiar) dan Yohanes Kiki Mirano, drummer yang juga dikenal sebagai additional drummer Sheila on 7 serta pernah terlibat di Elastics dan Esnanas (Sony BMG Indonesia).

Pada periode awal ini, Cannonball merilis sebuah mini album EP di bawah label Supreme Records, diproduseri oleh produser asal Prancis, Dominic C. EP tersebut memuat lagu-lagu: Kemarin, Why He, Why Me, Jangan Ragu, Seperti Kau dan Aku, Tolong Dengarkan dan Why He, Why Me (Acoustic Version)

Untuk mendukung penampilan live dan tur pada periode 2006–2009, Cannonball diperkuat oleh additional player: Tyo Hara (gitar), Adhe Yotolembah (gitar) dan Jotey Davis (bass)

Perubahan besar terjadi di akhir 2009, ketika Cannonball bergabung dengan label Nagaswara. Ketiga additional player tersebut resmi dikontrak sebagai personel tetap, menjadikan Cannonball tampil lebih solid sebagai band penuh.

Bacaan Lainnya

BACA JUGACandy: Grup Musik Pop Indonesia yang Bersinar Singkat di Era 2000-an

Album perdana bertajuk “Cannonball” rampung diproduksi pada November 2011 dan dikerjakan oleh dua nama besar industri musik Indonesia, Pay Burman (BIP, Slank) dan Dewiq. Album ini mengusung genre pop rock alternatif dengan sejumlah lagu hits seperti: Mengalah, Ku Tandai, Tolong Dengarkan dan Bukan Cinderella

Album tersebut dirilis dalam format CD dan kaset pada tahun 2011, sebelum akhirnya resmi tersedia di platform digital pada tahun 2021, termasuk Spotify.

Single ketiga “Bukan Cinderella” menjadi penanda evolusi musikal Cannonball. Masih setia pada genre pop rock, lagu ini hadir dengan nuansa yang lebih ceria, fresh, dan sentuhan disko. Menariknya, single ini sepenuhnya merupakan karya internal band tanpa campur tangan produser di single sebelumnya.

Meski sempat diterpa rumor dan fitnah, Cannonball Indonesia tetap eksis di blantika musik Tanah Air. Mereka masih aktif tampil dalam berbagai acara on air dan off air, membuktikan eksistensi dan loyalitas penggemar yang terus terjaga.

Saat ini, Cannonball dimotori oleh: Siska Salman  (Vokal), Tyo Hara (Gitar(, Adhe Yotolembah (Gitar) dan Jotey Davis (Bass)

BACA JUGA: Perjalanan Panjang Band Caffeine: Dari Bandung ke Puncak Industri Musik Indonesia

Posisi drum yang sebelumnya dipegang Kiki Mirano ditinggalkan setelah ia memutuskan fokus pada kehidupan pribadi.track Kehidupan

Cannonball dikenal dengan lagu-lagu yang disebut Siska sebagai “soundtrack kehidupan”. Lirik-liriknya merefleksikan realita sehari-hari, sehingga pendengar bisa merasa terhubung dan bercermin lewat setiap lagu.

Dengan karakter musik yang kuat, perjalanan panjang, serta konsistensi berkarya, Cannonball Indonesia tetap menjadi salah satu band pop rock asal Yogyakarta yang patut diperhitungkan hingga kini. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait