KLIKSUMUT.COM – Provinsi Riau ternyata menyimpan salah satu warisan sejarah penting agama Buddha di Indonesia, yakni Candi Muara Takus. Situs bersejarah ini menjadi bukti kejayaan masa lalu sekaligus destinasi wisata budaya yang semakin menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Terletak sekitar 135 kilometer dari Pekanbaru, kompleks candi ini diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang pernah berjaya di Nusantara.
Nama Muara Takus menyimpan cerita menarik. Sebagian masyarakat meyakini nama “Takus” berasal dari anak sungai yang bermuara ke Sungai Kampar Kanan. Namun, ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Tionghoa.
Kata “Ta” berarti besar, “Ku” berarti tua, dan “Se” berarti candi atau kuil. Jika digabungkan, Muara Takus dapat diartikan sebagai “candi tua yang besar di muara sungai”—sebuah makna yang sesuai dengan karakter situs ini.
BACA JUGA: Mengungkap Misteri Candi Solok Sipin di Jambi: Jejak Peradaban Hindu-Buddha yang Terlupakan
Sebagai situs bersejarah, Candi Muara Takus dikenal sebagai peninggalan agama Buddha, yang ditandai dengan keberadaan stupa. Namun, beberapa bagian bangunan juga menunjukkan unsur Hindu, seperti simbol lingga dan yoni, yang menandakan adanya akulturasi budaya pada masa itu.
Di dalam kompleks ini terdapat empat bangunan utama, yaitu: Candi Tuo, candi terbesar berukuran 32,8 x 21,8 meter, Candi Mahligai, dengan menara setinggi 14,3 meter, Candi Palangka dan Candi Bungsu. Keempat candi ini berada dalam satu kawasan, sehingga mudah dijelajahi dalam satu kunjungan.
Masyarakat setempat meyakini bahwa Candi Muara Takus pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus peradaban penting pada masa Sriwijaya. Meski demikian, hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, mengingat pusat Kerajaan Sriwijaya berada di wilayah Palembang.
Namun, keberadaan candi ini tetap menjadi bukti kuat bahwa pengaruh Sriwijaya menjangkau wilayah Riau.
BACA JUGA: Benteng Indra Patra: Jejak Sejarah Aceh dari Era Hindu hingga Kesultanan Islam
Candi Muara Takus berada di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar. Untuk mencapai lokasi, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 3–4 jam perjalanan dari Pekanbaru.
Selain menikmati pesona kota Pekanbaru, wisatawan juga tidak boleh melewatkan kunjungan ke Candi Muara Takus. Situs ini bukan hanya menyuguhkan keindahan arsitektur kuno, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Candi Muara Takus menjadi bukti nyata bahwa Riau memiliki warisan sejarah besar yang layak dijaga sekaligus dipromosikan sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia. (KSC)
TIM REDAKSI








