KLIKSUMUT.COM – Di tengah padatnya permukiman warga di kawasan Danau Sipin, tersembunyi sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak peradaban kuno, yakni Candi Solok Sipin. Berlokasi di Kelurahan Legok, Kota Jambi, candi ini menjadi salah satu peninggalan penting dari periode klasik Hindu–Buddha di Indonesia, meski kini kondisinya memprihatinkan.
Candi Solok Sipin diperkirakan berasal dari abad ke-8 Masehi, berdasarkan temuan arca Buddha yang memiliki inskripsi “Dang Acharrya Syuta”. Selain itu, salah satu makara yang ditemukan di lokasi ini juga menunjukkan angka tahun 1064 M, memperkuat dugaan bahwa situs ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Namun sayangnya, bentuk asli bangunan candi sudah tidak utuh. Saat ini, yang tersisa hanyalah puing-puing berupa pondasi batu bata yang tertimbun tanah dan tersebar di area permukiman warga.
Salah satu penemuan paling penting di situs ini adalah arca Buddha setinggi 1,72 meter yang terbuat dari batu pasir. Arca tersebut menggambarkan sosok Buddha berdiri dengan jubah khas, mencerminkan seni pahat yang berkembang pada masa itu.
BACA JUGA: Benteng Indra Patra: Jejak Sejarah Aceh dari Era Hindu hingga Kesultanan Islam
Kini, arca Buddha tersebut disimpan di Museum Nasional Indonesia, bersama dua buah makara yang juga ditemukan di lokasi. Sementara itu, lapik dan stupa hasil ekskavasi disimpan di Museum Siginjai.
Riwayat penemuan Candi Solok Sipin berawal dari catatan penjelajah Belanda yang pernah mengunjungi wilayah Jambi. Namun hingga kini, belum ada penelitian mendalam yang mampu mengungkap secara pasti sejarah pembangunan maupun fungsi utama candi ini.
Penelitian yang pernah dilakukan, seperti studi batu catur pada tahun 1985, masih belum cukup untuk memberikan gambaran utuh tentang kompleks percandian ini.
Salah satu tantangan terbesar dalam pelestarian Candi Solok Sipin adalah lokasinya yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Banyak bagian situs yang kini tertutup bangunan rumah warga, bahkan beberapa berdiri tepat di atas gundukan tanah yang diduga menyimpan reruntuhan candi.
BACA JUGA: Pesona Istana Maimun: Ikon Bersejarah Kota Medan yang Memikat Wisatawan
Kondisi ini menyulitkan para arkeolog dalam mengidentifikasi struktur asli candi dan berpotensi menghilangkan jejak sejarah yang belum sempat terungkap.
Meski kondisinya memprihatinkan, Candi Solok Sipin memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi di Jambi. Dengan pengelolaan yang tepat, situs ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus sarana pembelajaran tentang peradaban masa lalu.
Candi Solok Sipin bukan sekadar tumpukan bata kuno, melainkan saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Sumatera. Tanpa upaya pelestarian yang serius, bukan tidak mungkin warisan berharga ini akan hilang ditelan zaman. (KSC)
TIM REDAKSI








