KLIKSUMUT.COM | ACEH TAMIANG ~ Desa Sukajadi, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, hancur pascabanjir bandang yang melanda wilayah ini menjelang akhir November 2025. Hingga kini, warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama air bersih dan tempat tinggal sementara.
Sekitar 90 persen rumah penduduk luluh lantak, menyisakan hanya lantai semen. Meski bantuan logistik mulai berdatangan, kondisi kehidupan warga tetap memprihatinkan.
Salah seorang warga, Badrul, mengungkapkan hampir seluruh rumah di desanya rusak berat akibat terjangan banjir bandang.
BACA JUGA: Gubernur Aceh Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang dan Bener Meriah
“Desa kami ini rumah warga telah hancur semua, Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Alhamdulillah, bantuan sudah ada yang datang, banyak relawan yang turun ke sini,” kata Badrul, Rabu (17/12/2025) sore.
Krisis Air Bersih dan Tenda Pengungsian Mendesak
Selain kerusakan rumah, warga mengalami krisis air bersih. Badrul berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyediakan tenda-tenda pengungsian agar warga bisa kembali ke lokasi tempat tinggal mereka.]
BACA JUGA: Gubernur Aceh Tinjau Banjir Aceh Singkil dan Tamiang
“Sangat butuh tenda, karena selama ini kami tidur di lokasi pengungsian dekat rumah sakit umum yang ada di atas desa kami. Air bersih juga sangat sulit untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan logistik seperti makanan mulai terpenuhi, tetapi pasokan listrik dan air bersih masih terbatas.
“Kalau logistik alhamdulillah sudah mulai masuk. Listrik belum ada, air bersih juga seadanya, menunggu bantuan air botolan atau galon,” tambah Badrul.
BACA JUGA: Update Banjir Aceh Tamiang: 57 Meninggal Dunia, Ribuan Mengungsi
Infrastruktur Lumpuh, Pemerintah Koordinasi Pemulihan
Berdasarkan pantauan lapangan, Kabupaten Aceh Tamiang kini berada dalam kondisi lumpuh. Puing-puing kehancuran terlihat di berbagai titik. Banjir bandang juga merusak pertokoan, gedung sekolah, kantor pemerintahan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, menyampaikan pihaknya telah langsung melaporkan kebutuhan strategis daerah kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya untuk fase pemulihan pascabencana.
BACA JUGA: Bersama Tim Medis Malaysia, Gubernur Aceh Kembali Tinjau Korban Banjir Aceh Tamiang
“Kemarin sudah kita sampaikan berbagai kebutuhan Kabupaten Aceh Tamiang kepada Bapak Presiden RI, termasuk percepatan rehabilitasi infrastruktur dasar yang rusak serta perencanaan rekonstruksi permukiman warga,” ucap Armia Pahmi.
Berdasarkan data terbaru Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Banjir 2025 Kabupaten Aceh Tamiang, tercatat sebanyak 57.146 kepala keluarga atau sekitar 208.163 jiwa masih mengungsi dan tersebar di 11 kecamatan. (KSC)
REPORTER: Fahmi








