Band Cokelat: Perjalanan Panjang Grup Rock Legendaris Indonesia dari Bandung

Band Cokelat: Perjalanan Panjang Grup Rock Legendaris Indonesia dari Bandung
Cokelat Band (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM – Band Cokelat merupakan salah satu grup musik rock legendaris asal Bandung, Indonesia, yang telah mewarnai industri musik Tanah Air sejak berdiri pada 25 Juni 1996. Mengusung nama “Cokelat”, band ini ingin menghadirkan musik yang bisa dinikmati oleh semua kalangan, layaknya cokelat yang disukai banyak orang. Hingga kini, Cokelat tetap aktif dan terus berevolusi mengikuti zaman.

Cokelat awalnya dibentuk oleh Kikan, Ronny, Robert, Bernard, dan Deden. Nama “Cokelat” muncul secara spontan saat mereka bersiap tampil di sebuah acara kampus STISI Telkom Bandung. Meski sederhana, nama ini dianggap mudah diingat dan memiliki filosofi rasa manis serta pahit, sama seperti perjalanan hidup dan musik mereka.

Perubahan personel mulai terjadi setelah Cokelat merilis album kompilasi Indie Ten (1998), di mana Ervin Syam Ilyas masuk menggantikan Deden. Kemudian Edwin Marshal menggantikan Bernard pada proses album debut Untuk Bintang (2000), yang menjadi titik awal popularitas Cokelat di industri musik nasional.

Nama Cokelat semakin dikenal luas lewat lagu-lagu hits seperti “Bendera”, yang hingga kini kerap diputar saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan bahkan dianggap sebagai lagu nasional modern.

BACA JUGA: CoconutTreez: Perjalanan Legenda Reggae Indonesia dari Jakarta hingga Bangkit Kembali

Pada tahun 2006, Cokelat merilis album Untukmu Indonesiaku, yang berisi aransemen ulang lagu-lagu wajib nasional dengan nuansa rock modern. Album ini semakin menegaskan identitas Cokelat sebagai band nasionalis yang konsisten mengangkat semangat kebangsaan melalui musik.

Tahun 2010 menjadi momen berat bagi penggemar. Kikan, vokalis utama, dan Ervin, drummer, memutuskan keluar dari band karena jadwal yang padat. Kepergian dua personel penting ini meninggalkan Ronny, Edwin, dan Ernest untuk melanjutkan perjalanan Cokelat.

Setelah melalui audisi tertutup, Sarah Hadju sempat bergabung sebagai vokalis, namun hanya bertahan hingga Desember 2011. Posisi vokal kemudian diisi oleh Jackline Rossy, sebelum akhirnya digantikan oleh Aiu Ratna (eks Garasi) pada tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Masuknya Aiu Ratna mendapat sambutan hangat dari penggemar. Bersama Aiu, Cokelat merilis beberapa karya seperti “Anak Garuda” dan “Agresi”, serta mengaransemen ulang lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga medis di masa pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Coboy: Pelopor Boyband Indonesia yang Melegenda dari Era 90-an hingga Kini

Momen paling emosional terjadi pada 17 Agustus 2022, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Cokelat secara resmi mengumumkan kembalinya Kikan dan Ervin setelah 12 tahun berpisah. Pengumuman ini disampaikan melalui media sosial resmi band dan langsung disambut antusias oleh para Bintang Cokelat, sebutan bagi penggemar setia mereka.

Banyak penggemar menilai kembalinya Kikan dan Ervin sebagai formasi terbaik Cokelat setelah era awal kejayaan mereka.

Dengan perjalanan panjang, pergantian personel, serta berbagai karya monumental, Band Cokelat membuktikan eksistensinya sebagai salah satu band rock paling berpengaruh di Indonesia. Semangat nasionalisme, musikalitas yang kuat, dan loyalitas penggemar menjadi fondasi utama Cokelat untuk terus berkarya hingga kini. Band Cokelat bukan sekadar grup musik, tetapi bagian dari sejarah musik Indonesia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait