Coboy: Pelopor Boyband Indonesia yang Melegenda dari Era 90-an hingga Kini

Coboy: Pelopor Boyband Indonesia yang Melegenda dari Era 90-an hingga Kini
Coboy (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Jauh sebelum tren boyband Korea dan gelombang idol modern merajai industri musik, Indonesia telah memiliki ikon boyband legendaris bernama Coboy. Terbentuk pada tahun 1991, Coboy dikenal sebagai pelopor boyband Indonesia yang sukses menciptakan masa keemasan musik pop pria di era 90-an hingga awal 2000-an.

Coboy beranggotakan Gilbert Pattiruhu, Ferry Pasalli, Ponco Buwono, dan Ali Mustafa. Selama kariernya, mereka telah merilis lima album dan melahirkan sejumlah lagu hits abadi seperti Katakanlah, Biarkan Orang Bicara, dan Percayalah. Lagu-lagu tersebut tak hanya populer di masanya, tetapi juga masih dikenang lintas generasi hingga sekarang.

Keberhasilan Coboy menempatkan mereka sejajar dengan grup vokal legendaris lain seperti Trio Libels, M.E, dan Cool Colors, sekaligus mengukuhkan status Coboy sebagai ikon boyband Indonesia sepanjang masa.

Coboy bermula dari para model majalah MODE yang pada tahun 1991 terlibat dalam acara pemilihan cover girl. Awalnya, formasi tersebut hanya ditujukan untuk kebutuhan acara. Namun, melihat potensi besar dari penampilan mereka, produser pun memutuskan mengubah konsep tersebut menjadi grup vokal pria.

Dalam prosesnya, formasi awal menyisakan Ali Mustafa dan Gilbert Pattiruhu, sebelum akhirnya bergabung Ferry Pasalli dan Ponco Buwono. Keempatnya sepakat membentuk boyband yang kemudian dikenal luas dengan nama Coboy.

BACA JUGA: Chili Band: Band Rock Asal Lombok yang Berhasil Tembus Industri Musik Nasional

Coboy memulai debut musiknya lewat album pertama “Jangan Buang Waktu” yang dirilis pada Juli 1993. Kesuksesan berlanjut dengan album kedua “Coboy (Katakanlah)” pada Mei 1994 yang melejitkan nama mereka ke puncak popularitas.

Album berikutnya, “Biarkan Orang Bicara” (1996) dan “Coboy” (1997), semakin mengukuhkan posisi Coboy di industri musik Tanah Air. Tahun 1997 menjadi momen penting karena Ponco Buwono memutuskan keluar dari grup. Meski demikian, Coboy tetap melanjutkan perjalanan dengan merilis album kelima “Yang Terjadi” pada Juli 1998.

Bacaan Lainnya

Setahun kemudian, tepatnya pada 1999, Coboy memutuskan untuk vakum, menandai berakhirnya era keemasan boyband Indonesia pada dekade tersebut.

Memasuki era 2000-an, popularitas boyband Indonesia mulai meredup. Meski muncul grup seperti G4UL, FBI, dan Weebee, kejayaan boyband belum mampu kembali seperti era 90-an. Kebangkitan baru baru terasa pada era 2010-an melalui fenomena SM*SH dan UN1TY, yang membuka jalan bagi lahirnya boyband generasi baru hingga saat ini.

Setelah 12 tahun vakum, Coboy resmi reuni pada 2011 dengan merilis single “Satu Senyuman” menggunakan nama Coboy Reunite. Sejak itu, mereka kembali aktif tampil di berbagai acara televisi dan panggung musik, meski tidak seintens masa kejayaan mereka.

BACA JUGA: Chibi-Chibi (Cherrybelle): Sejarah, Pergantian Member, hingga Comeback Setelah Vakum 4 Tahun

Pada tahun 2015, Coboy tampil sebagai bintang tamu dalam sitkom The East dan merilis single kolaborasi “Good Times” bersama Lingua dengan nama Colabo (Collaboration of Coboy and Lingua). Kemudian pada 2019, Coboy menghadirkan versi daur ulang lagu legendaris “Katakanlah” bersama Gisel, disusul single baru “Jatuh Cinta Lagi”.

Lebih dari sekadar boyband, Coboy adalah simbol awal industri boyband Indonesia. Pengaruh mereka masih terasa hingga kini, menjadi inspirasi bagi generasi musisi muda dan bukti bahwa musik pop Indonesia pernah berjaya dengan identitasnya sendiri. Coboy bukan hanya kenangan, tetapi bagian penting dari sejarah musik Indonesia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait