Atlet Petanque Medan Timur Raih Emas Porwil Medan

Atlet Petanque Medan Timur Raih Emas Porwil Medan
Aulia Raudatun Nisa sebelum meraih emas pada kategori single woman.

MEDAN | kliksumut.com Pelajar SMA Negeri 7 Medan yang tergabung dalam kontingen petanque Kecamatan Medan Timur berhasil menyabet medali emas pada ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan VIII/2023, yang diselenggarakan di Lapangan STOK Bina Guna Jalan Aluminium Raya Medan, Selasa (28/2/2023). Medan Timur menempati peringkat kedua dengan merebut 2 medali emas dan 1 medali perunggu.

Atlet bernama lengkap Aulia Raudatun Nisa sebelum meraih emas pada kategori single woman, juga telah membukukan prestasi antara lain juara 1 double woman Porwil Kota Medan VII/2021, juara 3 single woman piala walikota 2021, juara 3 double mix Piala Walikota 2021, juara 2 double woman Piala Walikota 2022 dan  juara 3 triple woman Porprovsu 2022.

BACA JUGA: Penjaga Warkop Raih Medali Emas Porwil Kota Medan

“Olahraga petanque merupakan kegiatan yang menggunakan unsur fisik untuk mendapatkan kesenangan dan menghasilkan kesehatan jasmani maupun rohani. Disamping itu aktivitas olahraga bagi manusia juga untuk menjaga agar tubuh tetap prima dan fit, selain itu aktifitas olahraga dalam manusia juga membentuk jiwa yang sportif, kepribadian dan watak yang baik yang akhirnya membentuk manusia yang berkualitas dan tentunya dengan raihan prestasi,” ujar atlet yang akrab di sapa Aulia ini di Medan, Sabtu (11/3/2023).

Anak dari pasangan Aka Gani dan Nurlina ini mulai menggeluti olahraga petanque sejak tahun 2021. Anak ke tiga dari enam bersaudara ini di bawah binaan pelatih Syahputra menerima arahan dari sang pelatih bagiamana teknik dasar dalam permainan tradisional yang berasal dari Prancis, sehingga dapat menjadi atlet terbaik dengan torehan prestasi.

“Ada dua teknik dasar dalam permainan petanque, yang saya terima dalam latihan sesuai dengan arahan pelatih saat latihan yaitu pointing dan shooting. Pointing adalah jenis lemparan untuk mendekati bola target lebih dekat dari bosi lawan yang merupakan awal dari strategi permainan yang akan dilakukan pada pertandingan petanque. Pointing bisa dilakukan dengan cara berdiri maupun jongkok. Pointing pada permainan petanque merupakan strategi untuk bertahan,” papar cewek yang dilahirkan Medan pada 20 Agustus 2006.

Lebih lanjut atlet yang berdomisi di Jalan Sejati Asrama Eks Kowilhan Medan  ini menuturkan olahraga petanque ini seru, apalagi olahraga petanque belum banyak orang tau hanya sebagian masyarakat yang mengetahui, tidak seperti cabor karate, badminton, taekwondo, bolabasket sepakbola dan lainnya. “Hal ini tentunya membuat saya semakin termotivasi dan memiliki peluang untuk meraih prestasi dalam cabor petanque pada kejuaraan berikutnya. Target kedepannya meraih lebih banyak prestasi, tentunya dalam level nasional,” kata cewek yang memiliki tinggi 150 cm dan berat badan 44 kg ini.

BACA JUGA: Wali Kota Tutup Porwil Medan

Cewek berhijab ini selama menjadi atlet merasakan duka dan sukanya. Sukanya dalam setiap melakoni pertandingan dapat menambah teman dari atlet daerah lain dan saling berbagi pengalaman masing-masing. Dukanya sangat lelah saat latihan, namun kelelahan tersebut dapat dihilangkan dengan semangat yang dimiliki untuk meraih prestasi lagi pada kejuaraan lainnya.

“Sebagai atlet yang juga sebagai siswa maka kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap siswa agar bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. Kebugaran jasmani adalah faktor pendukung seorang siswa agar mengikuti kegiatan belajar di sekolah, dan merupakan faktor penunjang siswa untuk mampu mencapai hasil belajar yang baik dan juga meraih prestasi dalam bidang olahraga,” pungkas cewek yang dilahirkan 17 tahun silam ini. (BNL)

Bacaan Lainnya

Pos terkait