AS Sumbang 4,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer Kepada Indonesia

  • Whatsapp
AS Sumbang 4,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer Kepada Indonesia
Pekerja mengenakan masker pelindung menurunkan Moderna hasil kerjasama internasional Indonesia-Amerika Serikat melalui fasilitas multilateral COVAX, di terminal kargo Soekarno Hatta International, 11 Juli 2021. (Foto: Courtesy Biro Pers via Reuters)

JAKARTA | kliksumut.com Kembali lagi Indonesia mendapat sumbangan vaksin COVID-19 merek Pfizer dari Amerika Serikat (AS) sebanyak 4.644.900 dosis yang disalurkan, Jumat (17/9/2021) melalui Fasilitas COVAX dan dikirim dalam empat tahap. Bantuan tersebut tiba di tengah kesenjangan vaksin yang meningkat antara negara maju dan negara-negara berkembang.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com di dalam jumpa pers secara virtual menyambut ketibaan vaksin Pfizer donasi dari Amerika Serikat di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat (17/9), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan sejak Kamis (16/9) dan hari ini, pemerintah Amerika telah mengirim vaksin Pfizer sebanyak 877.500 dosis dan 1.755.000 dosis.

Sebanyak 1.140.750 dosis lainnya akan tiba dalam pemberian tahap ketiga yang jatuh pada Minggu (19/9). Selanjutnya, pengiriman tahap keempat dari vaksin tersebut yang berjumlah sebanyak 871.650 dosis akan dilakukan pada 23 September.

BACA JUGA: Gebyar Vaksinasi Merdeka, Gubernur Sumut Sapa Pedagang dan Ajak Ikut Vaksinasi

Menurut Retno, apabila ditambahkan dengan 8.000.160 dosis vaksin Moderna yang sudah diterima Indonesia sebelumnya, maka pemerintah AS sudah mendonasikan vaksin COVID-19 kepada Indonesia sebanyak 12.645.060 dosis.

“Berbagi dosis vaksin COVID-19 sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan vaksin masih besar,” kata Retno.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, COVAX telah menyampaikan pihaknya tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun. Bahkan COVAX telah menetapkan tenggat baru untuk target ini, yaitu kuartal pertama 2022.

Retno menambahkan dalam pertemuan dengan menteri kesehatan dari negara-negara anggota G-20 pada 5 September, Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan tiga langkah luar biasa yang diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin COVID-19.

Langkah tersebut mencakup pertukaran antrean dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan negara yang tingkat vaksinasinya rendah melalui Fasilitas COVAX, mempercepat realisasi berbagi dosis vaksin, serta transfer teknologi dan ilmu pengetahuan untuk mendukung produksi vaksin COVID-19 di kawasan lain.

Selain dari Amerika Serikat, lanjut Retno Indonesia kemarin juga menerima bantuan vaksin AstraZeneca dari Prancis melalui Fasilitas COVAX sebanyak 968.360 yang merupakan pengiriman tahap kedua dari total komitmen tiga juta dosis vaksin.

Hingga saat ini, Indonesia telah menerima 1.327.060 dosis vaksin AstraZeneca dari Prancis.

Pos terkait