Anak di Bawah 12 Tahun Belum Berencana Diberikan Vaksin COVID-19 oleh Pemerintah

Dimulai ke Sekolah, Anak-anak AS Rentan terhadap Varian Delta
Anak-anak AS mulai kembali ke sekolah di sebuah SD di McDonough, negara bagian Georgia (foto: dok voa).
banner 468x60

JAKARTA | kliksumut.com Vaksin COVID-19 buatan Pfizer diklaim aman untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 12 tahun. Namun, sampai saat ini pemerintah belum berencana untuk memberikan vaksin COVID-19 itu kepada anak-anak dengan rentang usia tersebut.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum berencana untuk memberikan vaksinasi COVID-19 kepada anak yang berusia di bawah 12 tahun. Pernyataan itu disampaikan untuk merespons terkait hasil uji klinis fase II dan III oleh Pfizer-BioNTech yang menunjukkan bahwa vaksin Pfizer ini aman bagi anak usia 5-11 tahun.

BACA JUGA: Pemko Medan dan Kadin Sumut Kolaborasi Laksanakan Vaksinasi Massal

Ia mengatakan kebijakan tersebut mengacu kepada izin penggunaan darurat atau emergency use authorization(EUA) yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Sejauh ini pemerintah Indonesia masih mengacu kepada EUA vaksin Pfizer yang dikeluarkan oleh Badan POM sejak tanggal 15 Juli. Vaksin Pfizer layak diberikan kepada anak-anak usia 12-15 tahun dan orang di atas umur 16 tahun,” ungkap Wiku dalam telekonferensi pers beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemerintah pasti akan mengumumkan kepada masyarakat apabila terjadi perkembangan terbaru dari hasil uji klinis vaksin tersebut.

“Jika terjadi perubahan kriteria penerima vaksinasi, maka pemerintah akan segera memberikan informasi secara aktual kepada publik,” tuturnya.

Kepala Badan POM Penny K Lukito menjelaskan pihaknya masih menunggu pendaftaran izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60