Anak di Bawah 12 Tahun Belum Berencana Diberikan Vaksin COVID-19 oleh Pemerintah

Dimulai ke Sekolah, Anak-anak AS Rentan terhadap Varian Delta
Anak-anak AS mulai kembali ke sekolah di sebuah SD di McDonough, negara bagian Georgia (foto: dok voa).

“Ya, jika registrasi hasil uji klinis (UK) vaksin untuk anak di bawah 12 tahun sudah diizinkan oleh US FDA, lalu pihak Pfizer meregistrasikan penggunaan golongan ini di Indonesia dengan menyerahkan data-datanya, tentu Badan POM akan memberikan EUA untuk penggunaan anak-anak sesuai hasil UK,” ungkapnya kepada VOA lewat pesan singkat.

Tambahnya, semakin cepat pihak FDA memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun ini, maka akan semakin cepat pula pihak Badan POM memberikan EUA bagi kalangan anak-anak dengan usia tersebut. “Bahkan dengan reliance terhadap hasil review US FDA proses akan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro mengungkapkan pihaknya belum merekomendasikan pemberian vaksinasi COVID-19 bagi anak dengan usia 5-11 tahun. Menurutnya, saat ini pemerintah harus fokus untuk bisa memvaksinasi anak dengan usia di atas 12 tahun di tanah air. Keputusan ini, katanya, juga berdasarkan ketersediaan pasokan vaksin yang juga masih terbatas.

BACA JUGA: 1.000 Pelajar SMP Negeri 4 Medan Disuntik Vaksin Jelang Belajar Tatap Muka Terbatas

“Maaf ITAGI belum membuat rekomendasinya karena kita masih konsentrasi untuk (pemberian vaksin COVID-19 bagi anak) umur di atas 12 tahun, nanti kalau yang besar dan dewasa sudah mencapai target. Juga logistik vaksin dan Sumber Daya Manusia (SDM) belum mencukupi,” ungkapnya kepada VOA lewan pesan singkat.

Sebelumnya, Pabrik obat Pfizer dan BioNTech mengumumkan pada Senin (20/9) bahwa vaksin COVID-19 dosis rendah dari dua dosis buatannya, aman dan manjur untuk diberikan pada anak-anak usia 5 hingga 11 tahun.

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dan mitranya di Jerman, BioNTech, itu mengatakan bahwa hasil dari uji coba menunjukkan vaksin itu dapat ditoleransi dengan baik dan kuat, dan mampu menetralkan respons kekebalan tubuh (antibodi) pada tingkat dosis yang lebih rendah yang diperlukan untuk anak-anak yang berusia lebih muda.

Pfizer mengatakan, telah mempelajari dosis yang lebih rendah, yaitu sepertiga dosis dewasa dalam uji coba yang diberikan kepada lebih dari 2.200 anak TK dan siswa SD. Dua pertiga dari anak-anak diberi vaksin, dan sepertiga sisanya diberi suntikan air asin. Perusahaan itu mengatakan, tubuh anak-anak yang divaksinasi membangun tingkat antibodi yang sama kuatnya dengan yang didapati pada remaja dan dewasa muda. (voa)

Pos terkait