KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (26/8/2025) petang, berakhir ricuh.
Suasana yang awalnya berjalan kondusif tiba-tiba berubah panas saat massa mulai membakar ban di simpang Jalan Imam Bonjol-Perniagaan. Api membumbung tinggi, diiringi teriakan dan orasi yang semakin memanas. Ketegangan meningkat drastis ketika sejumlah peserta aksi mulai melempar batu dan benda keras ke arah barikade aparat keamanan.
Petugas kepolisian yang sudah bersiaga, termasuk personel Satuan Brimob Polda Sumut dengan tameng lengkap, langsung merespons. Mereka membentuk barikade kokoh di tiga penjuru: Jalan Imam Bonjol, Jalan Perniagaan, dan Jalan Kejaksaan.
BACA JUGA: Aksi Demo Mahasiswa UIN-SU Medan Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset Berakhir Ricuh
Sekitar 30 menit, bentrokan tak terelakkan. Lemparan batu dibalas dengan tembakan water cannon. Massa yang datang dari berbagai arah terdesak mundur. Satu persatu peserta aksi mulai membubarkan diri, sebagian terlihat berlari ke gang-gang kecil di sekitar lokasi.
Dalam kericuhan tersebut, aparat sempat mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator dan terlibat langsung dalam aksi anarkis. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah maupun identitas mereka.
Sampai berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Jalan Imam Bonjol masih dialihkan, sementara petugas terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi lanjutan aksi.
BACA JUGA: Ratusan Masyarakat Batak Demo Gedung DPRD Sumut Tuntut Pemerintah Cabut Izin PT. Toba Pulp Lestari
Meski belum ada pernyataan resmi mengenai tuntutan utama demonstrasi ini, sejumlah spanduk yang terbentang membawa pesan penolakan terhadap kebijakan pemerintah daerah dan isu nasional yang tengah hangat.
Aksi ini menambah deretan unjuk rasa besar yang terjadi di Medan dalam beberapa bulan terakhir, menandakan gelombang ketidakpuasan masyarakat yang kian meluas. (KSC)








