Aksi Curi Lembu Sepasang Kekasih Berakhir Tragis, Fortuner Terjun ke Parit Saat Dikejar Warga di Langkat

Aksi Curi Lembu Sepasang Kekasih Berakhir Tragis, Fortuner Terjun ke Parit Saat Dikejar Warga di Langkat
Saat ini kedua terduga pelaku sudah diamankan dan diserahkan ke Mapolsek Sei Bingai guna proses pemeriksaan lebih lanjut. (Foto : Kliksumutm.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Upaya sepasang kekasih yang diduga hendak membawa kabur ternak lembu milik warga di Kabupaten Langkat berakhir dramatis. Bukannya berhasil meloloskan diri, mobil Toyota Fortuner yang mereka gunakan justru terjun ke dalam parit setelah dikejar warga hingga beberapa kilometer, Jumat (12/6/2026) malam.

Peristiwa yang menghebohkan warga tersebut bermula di Dusun Kampung Antara, Desa Adi Tengah, Kecamatan Salapian. Saat diduga hendak menjalankan aksi pencurian ternak, gerak-gerik kedua pelaku lebih dahulu dicurigai dan diketahui warga setempat.

Bacaan Lainnya

Menyadari aksinya terendus, pasangan tersebut langsung melarikan diri menggunakan mobil Toyota Fortuner berwarna hitam menuju arah Kecamatan Sei Bingai.

Informasi dugaan pencurian dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Warga yang geram kemudian melakukan pengejaran terhadap kendaraan pelaku.

Aksi kejar-kejaran berlangsung cukup menegangkan hingga memasuki wilayah Dusun Deleng Pucuk, Desa Rumah Galoh, Kecamatan Sei Bingai.

Diduga karena panik saat terus dibuntuti warga, pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya. Mobil kemudian keluar jalur dan terperosok ke dalam parit di pinggir jalan.

Kecelakaan tersebut langsung menjadi perhatian warga yang sejak awal mengikuti pergerakan kendaraan pelaku.

BACA JUGA: Polres Pelabuhan Belawan Gagalkan Peredaran 840 Gram Ganja dari Aceh, Pengedar Ditangkap di Sicanang

Seorang warga bernama Benar Perangin-angin yang menyaksikan langsung kejadian itu mengatakan mobil pelaku terus dikejar hingga akhirnya mengalami kecelakaan.

“Saya saksikan sendiri mobil itu terus dikejar hingga akhirnya terperosok. Keduanya mengaku berasal dari Kecamatan Sirapit,” ujarnya.

Setelah kendaraan terbalik di dalam parit, kedua terduga pelaku sempat menjadi sasaran kemarahan warga yang telah geram atas dugaan aksi pencurian ternak tersebut.

Pelaku pria disebut hanya tertunduk dan tidak memberikan banyak jawaban saat ditanyai warga terkait dugaan perbuatannya.

Beruntung situasi berhasil dikendalikan sehingga tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk. Warga kemudian mengamankan kedua terduga pelaku sebelum menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Keduanya selanjutnya dibawa ke Mapolsek Sei Bingai guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pencurian ternak yang meresahkan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

BACA JUGA: Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta Sehari dari Siaran Vulgar

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat sekaligus menunjukkan kuatnya solidaritas warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Kekompakan warga dalam memberikan informasi dan melakukan pengawasan dinilai menjadi faktor penting yang menggagalkan dugaan aksi pencurian ternak tersebut.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat dan kerja sama dengan aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk mencegah tindak kriminalitas di wilayah pedesaan. (KSC)

REPORTER: Dody Ariandi

Pos terkait