KLIKSUMUT.COM | MINSK – Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Ryzhenkov di Minsk, Jumat (15/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belarus, sekaligus mematangkan persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama konkret yang diharapkan menghasilkan kesepakatan nyata dan berdampak langsung bagi kedua negara.
Dalam pembahasan bilateral, kedua pihak menyoroti penyusunan Roadmap Kerja Sama Indonesia–Belarus yang akan menjadi salah satu hasil utama kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia.
Dokumen tersebut dirancang sebagai peta jalan kerja sama terukur yang mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, sosial budaya, hingga kerja sama kemanusiaan.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menegaskan bahwa roadmap ini akan menjadi panduan penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara.
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah rencana pembukaan penerbangan langsung Indonesia–Belarus. Rencana ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, meningkatkan arus wisatawan, serta mempermudah mobilitas pelaku bisnis.
Selain itu, kedua negara juga membahas kerja sama di bidang visa untuk mendukung peningkatan kunjungan wisata dan kegiatan ekonomi lintas negara.
BACA JUGA: Airlangga Hartarto Bahas Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Dalam konteks penguatan hubungan diplomatik, pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk juga menjadi salah satu agenda yang dibahas secara intensif.
Di sektor industri, Indonesia dan Belarus sepakat untuk mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik, semikonduktor, serta pasokan pupuk potash dari Belarus yang memiliki cadangan besar dan menjadi komoditas strategis global.
Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia dalam memperkuat hilirisasi industri serta ketahanan pangan nasional.
Kedua pihak juga membahas perkembangan perjanjian dagang Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Maxim Ryzhenkov menyampaikan bahwa parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut dan saat ini dokumen berada di meja Presiden Belarus untuk ditandatangani.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia menargetkan proses ratifikasi pada paruh kedua tahun 2026.
Selain ekonomi, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia, termasuk pengiriman pelajar dan tenaga profesional Indonesia ke Belarus, khususnya di sektor kesehatan.
Menko Airlangga menyambut baik usulan tersebut dan menekankan pentingnya perluasan program ke bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sesuai prioritas pembangunan Indonesia.
Pertemuan di Minsk ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Belarus yang lebih konkret, terarah, dan berorientasi pada hasil.
Dengan berbagai kesepakatan yang tengah disiapkan, kerja sama kedua negara diharapkan semakin meningkat, tidak hanya di level diplomatik, tetapi juga dalam implementasi ekonomi yang nyata. (KSC)
TIM REDAKSI








