AHY Hadiri Sinode Besar GPI 2026 di Simalungun, Tegaskan Gereja Berperan Penting dalam Membangun Bangsa

AHY Hadiri Sinode Besar GPI 2026 di Simalungun, Tegaskan Gereja Berperan Penting dalam Membangun Bangsa
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri pembukaan Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Rajawali Siantar, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Jumat (3/7/2026). (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | SIMALUNGUN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan bangsa, tidak hanya melalui pelayanan rohani, tetapi juga melalui kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri pembukaan Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Rajawali Siantar, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Jumat (3/7/2026).

Dalam sambutannya, AHY mengapresiasi tema dan subtema Sinode Besar GPI yang dinilai relevan dengan tantangan global saat ini.

BACA JUGA: AHY: Sekolah Rakyat, Eskalator Nasib Generasi Muda dari Keluarga Membutuhkan

“Dalam membangun bangsa dan negara, gereja memiliki peran yang sangat penting. Melalui pelayanan spiritual dan sosial, gereja mampu menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang kuat, damai, dan sejahtera,” ujar AHY.

AHY menjelaskan, kehadirannya di Sinode Besar GPI merupakan balasan atas undangan Ketua Umum GPI, Rev. Dr. MH Siburian, yang sebelumnya berkunjung ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Mei 2026.

Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Sumatera Utara. Menurutnya, provinsi ini memiliki makna tersendiri dalam kehidupannya karena sang istri berasal dari keluarga Batak.

“Saya sangat senang berada di sini. Saya merasa seperti pulang ke kampung sendiri yang disambut keluarga sendiri,” ungkap AHY.

AHY juga menyampaikan apresiasi kepada Sabam Sinaga yang dinilai berperan aktif memfasilitasi komunikasi antara pengurus GPI dengan pemerintah pusat sehingga pertemuan tersebut dapat terlaksana.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum GPI, Rev. Dr. MH Siburian, memaparkan sejarah panjang Gereja Pentakosta Indonesia yang berawal dari wilayah Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Menurutnya, pelayanan GPI dirintis pada era 1930-an dan menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan dari pemerintah kolonial Belanda dan pendudukan Jepang.

GPI kemudian resmi berdiri pada tahun 1942 melalui pelayanan Pdt. Ev. Renatus Siburian, putra daerah Paranginan, yang menjadi pelopor perkembangan Gereja Pentakosta Indonesia di Tanah Air.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, GPI memperoleh pengakuan secara hukum dan terus berkembang hingga kini.

“Saat ini GPI memiliki sekitar 1.400 sidang gereja yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia bahkan hingga mancanegara. Kehadiran Bapak Menko AHY menjadi sejarah tersendiri bagi gereja kami. Kami percaya ini bukan kebetulan, tetapi bagian dari rencana Tuhan,” ujar MH Siburian.

BACA JUGA: AHY: Sekolah Rakyat Terintegrasi, Investasi Terbaik untuk Masa Depan Bangsa

Sinode Besar GPI Tahun 2026 mengangkat tema “Mengambil Bagian Dalam Pertandingan Menguasai Diri Untuk Mahkota Abadi” yang diambil dari 1 Korintus 9:25, serta subtema “Untuk Kompleksitas Global Gereja Meningkatkan Pelayanan Spiritual dan Sosialnya.”

Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan seluruh pengurus, gembala, dan jemaat GPI sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan gereja di tengah dinamika perkembangan zaman.

Melalui Sinode Besar ini, GPI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa melalui pelayanan rohani, sosial, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di Indonesia. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait