LABURA | kliksumut.com – 86 orang pekerja minggeran Indonesia (PMI) dari Malaysia diamankan tim Patroli BKO Dir Polair Polda Sumut di perairan desa simandung Kec, Kualuh Ledong Kab, labuhanbatu Utara Minggu (12/11/2023) pagi.
Dari 86 orang PMI yang diamankan BKO Dir Polair Polda Sumut tersebut, yang dimana terdiri dari 16 wanita, 2 anak anak dan 74 orang laki laki .
Saat di konfirmasi Bripka M. Yusuf Kopad (komandan patroli) BKO Dir Polair Polda Sumut, terkait PMI yang berhasil di selamatkan beliau menjelaskan kepada kliksumut.com bahwa mereka rutin patroli.
BACA JUGA: Patroli Dialogis Polres Nias Selatan Himbau Masyarakat “Jangan Percaya Berita Hoax”
“Pada hari sabtu semalam sore bang saya sedang patroli di perairan laut simandulang kulihat ada kapal jenis bot yang mencurigakan kami kejar dan kami lihat banyak orang di dalam kapal tersebut. Kami lihat bot yang membawa penumpang tersebut sudah dalam kondisi ombang ambing nyaris karam. Kemudian kami selamatkan sebagian para penumpang ke bot patroli dan sebagian lagi ke bot nelayan suamang kebetulan ada di situ,” ucapnya usuf.
Lanjut Yusuf, para penumpang yang mereka naikan ke bot patroli semua pada muntah muntah ada tiga wanita hamil dirinya selamatkan naik ke desa simandulang kabarnya sudah melahirkan.
“Kasihan kali bg, kalau gak jumpa kami kurasa gak tau la kami nasib mereka. Kondisi kapal sudah karam, minyak kapal tinggal satu jeregen lagi. Gak bisa saya bayangkan bang,” ungkap Yusuf.
“Selain PMI (pekerja minggeran Indonesia) Kita juga berhasil mengamankan dua orang laki laki di duga tekong bot dan kuanca dan saat ini kita amankan sementara ke mapolsek kualuh Hilir,” jelas Komadan Kapal.
Sementara salah seorang PMI yang di konfirmasi wartawan, bernama safrizal chaniago TKI asal Kota Padang beliau mengatakan, dirinya mengucapkan banyak terimaksih kepada salah satu anggota KBO Polda sumut, seandainya tidak ada bantuan beliau mungkin dirinya dan semua sudah mati.
BACA JUGA: Tim Patroli Yonif 123 RW Amankan 28 Pemuda Pesta Narkoba
“Bot yang bawa kami dari malaysia sudah karam. Untung lah pak cepat dapat bantuan menyelamatkan kami. Sedih kali bang, kami semua sebelum di berangkatkan dari malasia terlebih dahulu kami di tampung di camp. Ada yang sampai 10 hari, ada yang 15 hari. Makan tak makan. Kami di kutip ongkos/kepala bervariasi di mana ada 1800 ringgit, 2800 ringgit dan anak anak 400 ringgit. Ironisnya lagi barang kami sebagian uang pun hilang di bot, kami ini di perlakukan seperti tidak orang Indonesia. Kejam mereka bang perlakukan kami,” ungkapnya lagi afrizal.
Terpisah saat di konfirmasi wartawan Kasat Pol Air Polres Labuhanbatu AKP J.Sitinjak SH mengenai setatus PMI dan dilimpahkannya perkara tersebut menjelaskan bahwa mereka belum mendapatkan informasi.
“kita belum tau BG, kerna ini di tangani pihak Dir Polair Polda Sumut, boleh di konfirmasi ke sana ,” ujar Kasat Polair Polres Labuhan Batu .
Dari informasi wartawan kiliksumut.com di Polsek Kualuh Hilir, bahwa PMI tersebut akan diserahkan sementara ke penampungan di dinas sosial Kab.Labura dan saat ini 86 PMI tersebut telah di jemput mobil Sat Pol PP kab. Labuhanbatu Utara. (Basri)








