KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi oleh kualitas manusia yang menggunakannya.
Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah di Universitas YARSI, Sabtu (25/4/2026).
Ia menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter manusia yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab secara sosial.
“Masa depan bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan oleh mutu manusia yang menggunakannya,” tegas Yusril.
Yusril menyoroti perubahan global yang dipicu oleh digitalisasi, revolusi industri 4.0, dan perkembangan kecerdasan buatan. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan kemampuan memilah kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menyampaikan kurikulum, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis dan kedewasaan intelektual mahasiswa.
BACA JUGA: Menteri Sosial Saifullah Yusuf Buka Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat 2026 di Bogor
Dalam orasinya, Yusril memaparkan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus mencakup tiga dimensi utama, yaitu epistemik, etik, dan kebangsaan.
Pada dimensi epistemik, mahasiswa harus dibekali kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan dunia kerja. Sementara pada dimensi etik, ia menekankan bahwa penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan harus disertai tanggung jawab moral agar tidak disalahgunakan atau menimbulkan bias.
“Teknologi harus tetap berada dalam kendali nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Lebih jauh, Yusril menegaskan pentingnya dimensi kebangsaan dalam pendidikan tinggi. Ia menyebut perguruan tinggi tidak boleh terlepas dari kepentingan nasional dan harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Menurutnya, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk memperkuat keadilan sosial dan kualitas kehidupan publik, sekaligus mendukung pembangunan negara hukum yang beradab.
Di hadapan para wisudawan Universitas YARSI, Yusril berpesan agar para lulusan terus belajar sepanjang hayat, menjaga integritas, serta menggunakan teknologi secara bijak.
BACA JUGA: Yusril: Negara Hukum Bukan Soal Banyaknya Aturan, Tapi Kesejahteraan Rakyat
Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari cara seseorang memanfaatkan keahliannya secara bertanggung jawab.
Menutup orasinya, Yusril menyampaikan harapan agar lulusan perguruan tinggi mampu menjadi individu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Kualitas perguruan tinggi pada akhirnya ditentukan oleh manusia yang dihasilkannya,” pungkasnya. (KSC)
TIM REDAKSI





